Pria ini secara mendadak mengundurkan dirinya sebagai CEO Transocean, perusahaan besar yang bergerak di pengeboran minyak. Perusahaan ini terhantam turunnya harga minyak.
Menurut keterangan Transocean seperti dilansir dari CNN, Kamis (19/2/2015), perusahaan dan Newman telah sepakat untuk berpisah. Di 2013 lalu, gaji atau kompensasi yang diperolah Newman mencapai US$ 14 juta, atau sekitar Rp 168 miliar. Sepertinya, penurunan harga minyak membuat bisnis ini tidak menarik lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turunnya harga minyak juga membuat sejumlah perusahaan, seperti Halliburton, Weatherford International, dan Schlumberger memangkas jumah karyawannya.
Goyangnya bisnis Transocean membuat Newman meninggalkan pekerjaannya di sektor energi. Sebelumnya diberitakan, petinggi dari Apache dan Kinder Morgan juga mengundurkan diri.
Sejak turunnya harga minyak pada Juni 2014 lalu, saham Transocean ikut anjlok 68%. Dalam beberapa minggu ini harga sahamnya merangkak naik, tapi masih rendah.
Pembagian dividen juga dipangkas 80% oleh perusahaan ini. Harga minyak yang hanya US$ 55 per barel membuat perusahaan energi menahan penyewaan alat bor bawah laut. Ini membuat Transocean kehilangan US$ 500 ribu per hari.
(dnl/rrd)










































