Tarif Listrik Per 1 Maret Turun, Ini Penyebabnya

Tarif Listrik Per 1 Maret Turun, Ini Penyebabnya

- detikFinance
Senin, 02 Mar 2015 13:15 WIB
Tarif Listrik Per 1 Maret Turun, Ini Penyebabnya
Jakarta - Mulai awal bulan ini, harga bensin premium naik Rp 200/liter dan elpiji 12 kg naik Rp 5.000/kg. Tapi PT PLN (Persero) justru menurunkan tarif listriknya, kenapa?

Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun mengungkapkan, mekanisme penetapan tarif listrik dengan bahan bakar minyak (BBM) berbeda. Kalau pemerintah menggunakan harga minyak satu bulan sebelumnya untuk penentuan harga BBM, PLN menggunakan rata-rata Indonesia Crude Price (ICP) dua bulan sebelumnya.

"Jadi harga BBM itu ditetapkan berdasarkan harga minyak pada Februari, sementara PLN menggunakan patokan harga rata-rata ICP Januari," ujar Benny dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Senin (2/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benny mengatakan, perhitungan tarif listrik turun ini, karena ICP Januari 2015 sebesar US$ 45,3 per barel, dari sebelumnya US$ 59,56 per barel. Sedangkan Januari 2015 terjadi deflasi 0,24%, dari sebelumnya inflasi 2,46%, meskipun ada kenaikan nilai kurs Januari 2015 Rp 12.579 per dolar, dari sebelumnya Rp 12.438 per dolar.

"Penurunan tarif listrik ini tentunya berpengaruh bagi pendapatan penjualan listrik PLN. Tapi biaya produksi listrik memang turun akibat turunnya harga minyak," tutupnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data tarif listrik Maret 2015 di situs resmi PLN yang dikutip detikFinance, tarif listrik Maret dibandingkan Februari turun berkisar Rp 28,13-Rp 41,67/kWh (Kilo Watt Hour).

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads