Harga Batu Bara Anjlok, 40 Perusahaan Bangkrut

Harga Batu Bara Anjlok, 40 Perusahaan Bangkrut

- detikFinance
Selasa, 10 Mar 2015 18:16 WIB
Harga Batu Bara Anjlok, 40 Perusahaan Bangkrut
Jakarta - Harga batu bara yang anjlok hingga 20% lebih telah berdampak bagi pelaku usaha pertambangan di Indonesia. Asosiasi pengusaha batu bara mengungkapkan ada 35-40 perusahaan tambang batu bara yang telah bangkrut atau tutup.

Ketua Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia Bob Kamandanu mengatakan, β€Žanjloknya harga batu bara disebabkan karena banyaknya pasokan. Bila volume produksi batu bara tidak diturunkan, maka harga batu bara akan terus anjlok.

"Harga saya lihat masih flat. Kita berharap ada kenaikan. Kalau semangat pengurangan produksi itu ada, kalau volume sama akan tetap (flat)," kata Bob ditemui di kantor Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Jalan Supomo, Tebet, Jakarta, β€ŽSelasa (10/3/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€ŽBob menuturkan, harga batu bara tahun ini masih bergerak di kisaran US$ 60-70/ton. Selain itu, pengaruh ekonomi Tiongkok yang melambat pun cukup besar terhadap fluktuasi harga batu bara.

"Ini tetap driver-nya dari Tiongkok. β€ŽTiongkok lagi konsolidasi besar-besaran. Kita bisa lihat dua tahun lagi," jelasnya.

Kondisi harga batu bara yang tengah anjlok ini, menurutnya banyak perusahaan batu bara skala kecil yang terpaksa berhenti beroperasi karena tak mampu lagi bersaing.

β€Ž"Sudah ada yang kolaps pastinya. Sumatera banyak, Kalimantan banyak. Itu kebanyakan yang kecil-kecil. Kalau kerja yang 1-2 juta ton, kalau diturunkan (volume-nya) habis," katnya.

"Ada 30-40 perusahaan, karena tak mampu lagi di harga yang sekarang, tak ada margin," imbuhnya

Dari data Kementerian ESDM Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk penjualan langsung (spot) yang berlaku tanggal 1 Januari 2015 hingga 31 Januari 2015 pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB vessel) adalah US$ 63,84/Ton.

HBA Januari 2015 itu, turun US$ 0,81 atau setara 1,25%, dibandingkan dengan HBA Desember 2014 sebesar US$ 64,65. Nilai HBA Januari 2015 masih melanjutkan tren penurunan HBA yang terjadi di 2014.

Rata-rata HBA di 2014 adalah US$ 72,62. Bila dibandingkan dengan HBA bulan yang sama di 2014 yaitu sebesar US$ 81,90, maka HBA Januari 2015 ini anjlok hingga US$ 18,06 atau setara 22%.

(zul/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads