Meski harga minyak dunia anjlok, namun perusahaan migas di Indonesia belum melakukan pemangkasan jumlah pegawai.
"Kalau dengan harga minyak saat ini, banyak perusahaan migas melakukan penghematan, memangkas anggaran operasional, karena pendapatannya juga berkurang, dari tahun lalu harga minyak US$ 105 per barel, sekarang US$ 50 per barel. Tentunya berdampak besar bagi pendapatan perusahaan," ujar Seketaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Gde Pradyana ditemui di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pastinya sekarang KKKS pada menahan untuk tidak merekrut pegawai baru," ucapnya.
Sementara soal PHK, Gde memastikan sampai saat ini tidak ada PHK para pegawai migas di KKKS yang beroperasi di Indonesia.
"Sampai sekarang tidak ada PHK. Karena KKKS kalau mau PHK pegawainya harus izin SKK Migas dulu, sampai saat ini tidak ada surat permohonan PHK sama sekali," kata Gde.
Seperti diketahui, anjloknya harga minyak sampai saat ini membuat KKKS yang beroperasi di Indonesia ramai-ramai mengajukan revisi WP&B (work program and budget), atau rencana kerja dan anggaran 2015 ke SKK Migas, salah satunya akan menunda beberapa proyek eksplorasi migas.
(rrd/dnl)










































