PGN Siap Jadi Agregator Gas Nasional

PGN Siap Jadi Agregator Gas Nasional

- detikFinance
Jumat, 10 Apr 2015 18:03 WIB
PGN Siap Jadi Agregator Gas Nasional
Jakarta - BUMN migas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyatakan sudah siap menjadi agregator atau badan penyangga gas nasional, yang bakal dirancang dalam amandemen UU Migas baru.

"Karena selama ini PGN sudah melakukan fungsi sebagai aggregator gas atau penyangga gas tersebut," kata Juru Bicara PGN Irwan Andri Atmanto, kepada detikFinance, Jumat (10/4/2015).

Irwan mengatakan, selama ini PGN mendapatkan gas yang bersumber dari berbagai pemasok dan dari berbagai lokasi lapangan gas. Pemasok gas PGN itu antara lain ConocoPhilips, Medco, Santos, dan Pertamina. Harga beli gas dari pemasok di hulu tersebut ditentukan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Harga beli gas dari hulu (dari para pemasok itu) berbeda-beda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PGN kemudian memasukkan gas dari berbagai sumber yang berbeda, dan dengan harga beli yang berbeda tersebut dalam 'sebuah lumbung'. Dari 'lumbung' inilah, kemudian PGN menentukan harga kepada pelanggan PGN. Sehingga pelanggan PGN mendapatkan harga yang sama, meskipun mereka berada di wilayah yang berbeda. Di sinilah peran PGN sebagai badan penyangga gas itu sudah dilakukan.

Hal itu dilakukan, agar industri mendapatkan harga yang sama, sehingga daya saing industri sama di antara beda wilayah dari sisi sumber energinya. Karena itu, PGN merasa percaya diri menjadi badan penyangga gas.

Saat ini, PGN telah memiliki dan mengoperasikan pipa gas bumi lebih dari 6.100 kilometer (km). Ini adalah pipa gas bumi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan yang terpanjang dan terbesar di Indonesia.

Wilayah operasi PGN meliputi Sumatera, seperti Batam, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung. Di Jawa Bagian Barat, ada di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Selain itu juga di Jawa Timur. dan sejak tahun lalu mulai merambah Jawa Tengah.

"Sampai saat ini PGN adalah satu-satunya perusahaan yang menyalurkan gas bumi untuk berbagai segmen pelanggan tersebut. Adapun pelanggan rumah tangga itu merupakan mayoritas pelanggan kami," kata Irwan.

Tahun lalu, PGN sudah merampungkan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur gas bumi. Infrastruktur tersebut antara lain, jaringan pipa distribusi Lampung sepanjang 90 km, pipa Tanjung Uncang-Panaran sepanjang 18 kilometer, dan pipa Cikande-Bitung sepanjang 30,5 kilometer.

Tahun ini PGN juga sudah mulai membangun jaringan pipa Duri-Dumai-Medan. Pipa tersebut dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap I Duri-Dumai sepanjang 130 km yang sudah mulai dibangun dan diharapkan selesai pada awal tahun depan. Selanjutnya akan dilakukan pembangunan tahap II Dumai-Medan sepanjang 395 kilometer.

Selain itu, PGN juga menargetkan selesainya pipa Kalimantan-Jawa Tahap I (Kalija I) sepanjang 207 km. Pipa Kalija I tersebut menghubungkan sumber gas dari lapangan Kepodang di laut utara Jawa ke Pembangkit Listrik PLN Tambak Lorok Semarang.

(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads