"Pertamina punya kemampuan trading liquefied natural gas (LNG) sebagai sumber energi sejak 1977, sebagai realisasi mendapatkan gas baik dari domestik maupun internasional (multi source)," kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, kepada detikFinance, Sabtu (11/4/2015).
Wianda mengatakan, tidak hanya itu, Pertamina juga memiliki infrastruktur gas mulai dari terminal regasifikasi gas sampai pipa-pipa gas yang terhubung hingga ke rumah-rumah masyarakat. Apalagi pihaknya mampu menyelesaikan proyek pipa Arun-Belawan sepanjang 350 kilo meter (km) hanya dalam waktu 18 bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Infrastruktur gas lainnya yang telah dibangun Pertamina, ungkap Wianda adalah, infrastruktur pipa transmisi gas sepanjang Pulau Jawa yakni dari Cilegon hingga offshore Jawa Timur), proyek ini dikerjakan secara simultan dengan rute pipa Semarang-Gresik sepanjang 270 km, Porong-Grati 60 km, serta berlanjut pemasangan pipa Cirebon-Semarang.
"Untuk Sumatera Utara, Belawan hingga ke kawasan industri Medan-Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei sepanjang 160 km. Ditambah lagi 12.000 sambungan pipa gas rumah tangga berlokasi di Jambi, Sengkang, dan Prabumulih. Banyak lagi infrastruktur gas yang kami miliki. Sehingga kami siap bila pemerintah menunjuk Pertamina sebagai agregator gas nasional, yang akan memastikan pasokan gas bumi nasional aman dan tercukupi," tutup Wianda.
(rrd/rrd)











































