Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, pada 2014 lalu Pertamina masih meraup untung Rp 170 miliar dari penjualan elpiji tabung hijau itu. Keuntungannya turun drastis akibat marjin laba yang turun menjadi hanya 0,28%.
Menurut Dwi, dalam formula harga jual epliji 3 kg yang ditentukan Pemerintah, Pertamina harus dapat keuntungan Rp 244,7 per tabung. Namun yang terjadi sepanjang 2014, keuntungan Pertamina hanya Rp 34 per tabun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dwi menambahkan, jika tidak ada perubahan formula, maka perusahaan pelat merah itu akan menjual elpiji tabung melon dengan rugi Rp 270 per tabung. Hingga akhir 2015 nanti, kerugiannya bisa mencapai Rp 1,56 triliun.
Berikut ini data yang dipaparankan Dwi saat raker:
Laba/Rugi Jual Elpiji 3 Kg:
- 2011 Laba Rp 2,05 triliun
- 2012 Laba 2,06 triliun
- 2013 Laba 2,05 triliun
- 2014 Laba 0,17 triliun
- 2015 Rugi Rp 1,56 triliun
Laba/Rugi Per Tabung Elpiji 3 Kg:
- 2011 Laba Rp 629
- 2012 Laba Rp 528
- 2013 Laba 467
- 2014 Laba 34
- 2015 Rugi Rp 270











































