Aset Petral Diambil Alih PES, Said Didu: Jangan Sampai Hanya Ganti Baju

Aset Petral Diambil Alih PES, Said Didu: Jangan Sampai Hanya Ganti Baju

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 24 Apr 2015 14:00 WIB
Aset Petral Diambil Alih PES, Said Didu: Jangan Sampai Hanya Ganti Baju
Jakarta -

Upaya pembubaran Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) sudah dilakukan sejak 2006, namun sampai saat ini belum berhasil juga. Baru saat ini Pertamina mengajukan pembubaran Petral.

Staf Khusus Menteri ESDM Said Didu mengatakan, sudah lama nama Petral disorot masyarakat, karena dianggap sebagai salah satu sarang mafia. Meski begitu, tidak ada yang bisa membuktikan.

"Namanya juga mafia, sulit dibuktikan, tapi keberadaannya kita rasa, karena Pertamina tidak efisien dalam pengadaan impor minyak mentah dan BBM," ucap Said di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Said mengatakan, saat ini ada upaya untuk membubarkan Petral. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN ini berharap hal tersebut bisa terealisasi. Namun jangan sampai pengganti Petral nantinya hanya seperti ganti baju.

"Kita dengar Petral mau dibubarkan dan asetnya diambil alih Pertamina Energi Service (PES). PES ini kan asetnya Petral juga, jangan sampai ini hanya ganti baju saja, ujung-ujungnya belut berbisa di kolam oil tetap ada," tegas Said.

Agar pengganti Petral bukan wujud ganti bajunya Petral, Said meminta PESD murni menjadi perusahaan dagang (trading arm) Pertamina.

"Jangan lagi perusahaan baru pengganti Petral hanya menjadi pemasok minyak dan mentah ke Pertamina. Pertamina butuh minyak berapa dia yang masuk, Pertamina mau jual minyak dan gas dia yang jual, itu ya sama saja dengan Petral lagi, Petral lagi. Dia harus jadi trading arm, di mana dia bisa jual minyaknya ke Petronas, ya seperti perusahaan trader murni," jelasnya.

Memang, pembubaran Petral pernah direncanakan pada 2006, saat itu Pertamina membentuk Integrated Supply Chain (ISC) atas kesepakatan bersama dengan Kementerian BUMN. Tujuannya untuk menggantikan peran Petral secara bertahap, dalam pengadaan impor minyak dan BBM.

"Pimpinan ISC saat itu adalah Sudirman Said (saat ini Menteri ESDM). Baru jalan sampai 2009 justru ISC dihentikan, Sudirman Said diberhentikan. Jadi Sudirman Said salah satu yang tergigit belut berbisa dari kolam oli. ISC ditutup, Petral jalan kembali," ungkapnya.

(rrd/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads