Harga Minyak RI Naik Karena Serangan Arab Saudi ke Yaman

Harga Minyak RI Naik Karena Serangan Arab Saudi ke Yaman

- detikFinance
Selasa, 05 Mei 2015 20:55 WIB
Harga Minyak RI Naik Karena Serangan Arab Saudi ke Yaman
Jakarta - Harga minyak Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) April 2015 naik US$ 3,92 per barel atau menjadi US$ 57,58 per barel. Salah satu penyebabnya, karena serangan Arab Saudi ke Yaman bulan lalu.

Berdasarkan keterangan Tim Harga Minyak Indonesia yang dikutip Selasa (5/5/2015), ICP April 2015 naik, dari US$ 53,66 per barel menjadi US$ 57,58 per barel.

Sedangkan harga minyak Minas/SLC naik US$ 5,73 per barel, dari US$ 54,19 per barel menjadi US$ 59,92 per barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab naiknya harga minyak mentah Indonesia ini diakibatkan oleh beberapa faktor, yakni:

  • Serangan udara oleh koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi kepada Yaman meningkatkan resiko geopolitik dan terganggunya pengapalan minyak mentah di Timur Tengah.
  • Berdasarkan publikasi OPEC (Organization of The Petroleum Exporting Countries) bulan April 2015, proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2015 menunjukkan peningkatan dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya, di mana OPEC merevisi proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2015 sebesar 92,45 juta barel per hari, naik 0,08 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya.
  • Berdasarkan publikasi OPEC bulan April 2015, jumlah rig pengeboran pada kawasan Amerika Utara di bulan Maret 2015 menurun hingga 402 buah dibandingkan dengan bulan Februari 2015 menjadi sejumlah 1372 rig.
  • Berdasarkan publikasi EIA (Energy Information Administration)-USA, tingkat stok gasoline AS bulan April 2015 mengalami penurunan sebesar 1,6 juta barel menjadi 227,5 juta barel dibandingkan dengan bulan Maret 2015.
  • Melemahnya nilai tukar dolar AS dibandingkan beberapa mata uang utama lainnya.
Sementara, harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada April 2015 dibandingkan Maret 2015 juga naik:

  • WTI (Nymex) naik sebesar US$ 6,77 per barel dari US$ 47,85 per barel menjadi US$ 54,63 per barel.
  • Brent (ICE) naik sebesar US$ 4,20 per barel dari US$ 56,94 per barel menjadi US$ 61,14 per barel.
  • Basket OPEC naik sebesar US$ 4,60 per barel dari US$ 52,46 per barel menjadi US$ 57,06 per barel.
Naiknya ICP ini memang tidak akan berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, baik itu Premium, Solar, maupun Pertamax. Pasalnya, penentuan harga BBM di Indonesia berdasarkan Harga Indeks Pasar (HIP), atau harga rata-rata Mean of Platts Singapore (MOPS) selama satu bulan.

Namun, naiknya ICP April ini akan mempengaruhi kenaikan tarif listrik Juni nanti, untuk golongan non subsidi, yang telah ditetapkan sistem tariff adjustment (penyesuaian tarif). Pasalnya faktor yang membentuk tarif listrik adalah nilai tukar (kurs) dan ICP. Apabila salah satunya naik, tarif listrik akan naik.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads