Berdasarkan keterangan Tim Harga Minyak Indonesia yang dikutip Selasa (5/5/2015), ICP April 2015 naik, dari US$ 53,66 per barel menjadi US$ 57,58 per barel.
Sedangkan harga minyak Minas/SLC naik US$ 5,73 per barel, dari US$ 54,19 per barel menjadi US$ 59,92 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Serangan udara oleh koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi kepada Yaman meningkatkan resiko geopolitik dan terganggunya pengapalan minyak mentah di Timur Tengah.
- Berdasarkan publikasi OPEC (Organization of The Petroleum Exporting Countries) bulan April 2015, proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2015 menunjukkan peningkatan dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya, di mana OPEC merevisi proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2015 sebesar 92,45 juta barel per hari, naik 0,08 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya.
- Berdasarkan publikasi OPEC bulan April 2015, jumlah rig pengeboran pada kawasan Amerika Utara di bulan Maret 2015 menurun hingga 402 buah dibandingkan dengan bulan Februari 2015 menjadi sejumlah 1372 rig.
- Berdasarkan publikasi EIA (Energy Information Administration)-USA, tingkat stok gasoline AS bulan April 2015 mengalami penurunan sebesar 1,6 juta barel menjadi 227,5 juta barel dibandingkan dengan bulan Maret 2015.
- Melemahnya nilai tukar dolar AS dibandingkan beberapa mata uang utama lainnya.
- WTI (Nymex) naik sebesar US$ 6,77 per barel dari US$ 47,85 per barel menjadi US$ 54,63 per barel.
- Brent (ICE) naik sebesar US$ 4,20 per barel dari US$ 56,94 per barel menjadi US$ 61,14 per barel.
- Basket OPEC naik sebesar US$ 4,60 per barel dari US$ 52,46 per barel menjadi US$ 57,06 per barel.
Namun, naiknya ICP April ini akan mempengaruhi kenaikan tarif listrik Juni nanti, untuk golongan non subsidi, yang telah ditetapkan sistem tariff adjustment (penyesuaian tarif). Pasalnya faktor yang membentuk tarif listrik adalah nilai tukar (kurs) dan ICP. Apabila salah satunya naik, tarif listrik akan naik.
(rrd/dnl)











































