Jual Listrik dari Rumah ke PLN, Investasinya Balik Modal 6 Tahun

Jual Listrik dari Rumah ke PLN, Investasinya Balik Modal 6 Tahun

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 06 Mei 2015 12:19 WIB
Jual Listrik dari Rumah ke PLN, Investasinya Balik Modal 6 Tahun
Jakarta -

Kementerian ESDM sedang merampungkan aturan terkait penjualan listrik dari rumah ke PLN, dengan listrik yang dihasilkan dari solar cell atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya/Matahari (PLTS).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengatakan, dengan memasang solar cell di atap rumah dan menjualnya ke PLN, bisa balik modal dalam enam tahun.

"Investasinya balik modal kok 6 tahun," ucap Rida kepada detikFinance, Rabu (6/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rida mengatakan, saat ini sedang dihitung berapa tarif yang membuat masyarakat untung dan mau investasi dulu dan PLN juga diuntungkan.

"Karena kan ini keluar uang dulu, semakin besar kapasitas listrik yang dihasilkan makin besar investasinya. Saat ini harga per lembar paket solar cell harganya sekitar Rp 3 juta dengan bisa menghasilkan listrik 250 watt," ujar Rida.

Apalagi, dengan sekali pasang, solar cell yang dipasang di atap-atap rumah akan bertahan hingga 20 tahun lamanya.

"Bisa 20 tahun lebih lho tahannya, perawatannya hanya rajin-rajin saja mengelap solar cell-nya, gampang kan. 6 tahun sudah balik modal, belum lebih hemat bayar listrik setiap bulannya karena dipotong penjualan listrik ke PLN," ungkap Rida.

Rida menjelaskan, konsep jual beli listrik ke PLN ini atau bahasa di PLN dikenal dengan sistem ekspor-impor, pada siang hari solar cell menghasilkan listrik, sementara kebutuhan listrik pada pagi-siang hari kan tidak terlalu besar, sehingga kelebihan listriknya ditransfer ke jaringan listrik PLN (diekspor/dijual ke PLN).

Kemudian pada malam hari, ketika kebutuhan listrik meningkat karena lampu dinyalakan, TV, AC, dan lainnya dihidupkan, sementara solar cell tidak menghasilkan listrik, karena tidak ada sinar matahari, artinya pemilik rumah akan impor/beli listrik ke PLN. Dalam sebulan dihitung berapa jumlah penjualan listrik dan pembelian listrik, sehingga tagihan akan jauh lebih murah bahkan mungkin untung.

"Ini akan mendorong energi baru terbarukan makin meluas dimanfaatkan oleh masyarakat, kemandirian energi kita makin meningkat," tutup Rida.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads