Investor China Mau Pasang Solar Cell di Istana Hingga dan Istora

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 06 Mei 2015 16:00 WIB
Jakarta -

Pemerintah segera mengeluarkan aturan terkait tarif listrik surya di atap Indonesia. Untuk membuktikan keseriusan pemerintah, beberapa gedung pemerintahan, termasuk Istana Negara dan Istana Bogor akan dipasang solar cell (panel surya).

"Sebagai bukti keseriusan pemerintah, kita akan pasangi gedung-gedung pemerintahan, sampai Istana Negara dan Istana Bogor dengan solar cell. Biar masyarakat lihat bahwa pemerintah serius," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Rida Mulyana kepada detikFinance, Rabu (6/5/2015).

Rida mengungkapkan, kantor pemerintahan yang sudah siap dipasangi solar cell adalah Kantor Kemenko Perekonomian, di Lapangan Banteng, Jakarta.

"Kantor Menko Perekonomian itu yang paling siap, karena lokasi dan desain sudah siap, di Menko kapasitas yang mau dipasang 60-80 Kilo Watt," ujar Rida.

Bahkan, kata Rida, perusahaan solar cell asal China sudah menyatakan minatnya untuk memasang solar cell di Istana Negara, Istana Bogor dan beberapa kantor pemerintahan lainnya dan gratis.

"Perusahaan China saya lupa namanya kalau nggak salah Sunshine, bosnya Pak Jimmy sudah ketemu sama saya, dan dia bilang saya yang pasang boleh dan gratis, saya bilang selama gratis silakan saja. Kita masih minta izin ke Istana boleh nggak dipasang, kemungkinan di sekitar masjid di Istana," ungkap Rida.

Menurutnya, walau gratis tapi ujungnya nanti akan memberikan keuntungan perusahaan China tersebut, ketika memasang solar cell di Istana dan kantor pemerintahan lainnya adalah terkait brand (merek).

"Dia kan bisa jual brand juga, eh itu di sana saya yang pasang lho, untung juga buat dia," kata Rida.

Rida menambahkan lagi, pemasangan solar cell paling besar nantinya ada di Istora Senayan dengan kapasitas 2 megawatt (MW)

"Di Istora itu di atasnya mau dipasangi solar cell, kapasitasnya besar mencapai 2 MW, investasinya sekitar Rp 50 miliar," tutup Rida.

(rrd/dnl)