"Apapun kita tidak akan bekerja berbasis pada dugaan atau rumor. Kita akan berkerja secara profesional," ucap Vice President Corporate Communication Pertamin,a Wianda Pusponegoro, ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur 1A, Jakarta, Senin (18/5/2015).
Wianda mengatakan, terkait pembubaran Petral tersebut pemerintah sedang menyiapkan audit investigasi terhadap kegiatan yang selama ini dilakukan Petral.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Faisal Basri mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, mengibaratkan Petral seperti sarang tawon, yang dipenuhi mafia migas.
"Gara-gara Petral dibubarkan, ibarat sarang tawon, kita bakar, tawonnya bubar semua. Jadi kelihatan ada yang emosional. Di sekeliling istana juga ada yang bergerak untuk melakukan macam-macam itu. Kaitan dengan Premium, ini mau menunjukkan jika menteri ESDM mau menciptakan kerusuhan," kata Faisal.
(rrd/dnl)











































