"Terkait usulan Faisal Basri untuk memberhentikan saudara Ahmad Bambang dari Direksi Pertamina, tanpa alasan yang jelas dan cenderung fitnah, maka dengan ini Hiswana Migas menyampaikan keberatan atas manuver saudara Faisal Basri yang tidak berkompeten mengusulkan pemberhentian tersebut," kata Ketua DPP Hiswana Migas, Mohammad Ismeth kepada detikFinance, Senin (18/5/2015).
Ismenth mengatakan, usulan tak mendasar tersebut bagi Hiswana Migas hanya akan merugikan Pertamina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi kata Ismenth, keputusan menaikkan harga Pertamax jadi Rp 9.600/liter, namun dibatalkan pemerintah dituding sebagai salah satu kesalahan Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang. Padahal menurut pandangan Hiswana Migas, justru keputusan pembatalan kenaikan harga Pertamax hanya membela golongan masyarakat menengah ke atas.
"Mereka yang menggunakan mobil Mercy, Roll Royce adalah pengguna Pertamax. Jadi Pertamina mensubsidi orang kaya, apa nggak kebalik? Intervensi pemerintah tersebut justru membela masyarakat menengah ke atas," tutup Ismenth.
Sebelumnya, Faisal Basri meminta agar pemerintah merombak direksi Pertamina salah satunya mengganti Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang.
(rrd/dnl)











































