Cerita Upaya Dahlan Iskan Bubarkan Petral Saat Jadi Menteri

Cerita Upaya Dahlan Iskan Bubarkan Petral Saat Jadi Menteri

Wahyu Daniel - detikFinance
Selasa, 19 Mei 2015 20:23 WIB
Cerita Upaya Dahlan Iskan Bubarkan Petral Saat Jadi Menteri
Jakarta - Pembubaran anak usaha PT Pertamina (Persero), yaitu Pertamina Energy Trading Limited (Petral) oleh pemerintah pimpinan Joko Widodo (Jokowi) menjadi ramai saat ini.

Awal ramainya adalah, karena mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa difitnah oleh Menteri ESDM Sudirman Said, bahwa dirinya menghalangi pembubaran Petral saat menjabat sebagai presiden.

Namun, dalam catatan detikFinance, pembubaran Petral sudah pernah digaungkan oleh Dahlan Iskan sejak menjabat sebagai Menteri BUMN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 21 Mei 2012, atau sekitar 3 tahun yang lalu, detikFinance pernah menulis catatan Dahlan lewat manufacturing hope soal 'Ribut-ribut Petral'.

Dalam tulisan tersebut, Dahlan menyinggung soal isu Petral yang timbul tenggelam. Dahlan mempertanyakan soal Petral sebagai anak usaha Pertamina yang saat itu berhubungan dengan banyak trader minyak.

Selain itu, Dahlan menuangkan pemikirannya soal plus minus isu pembubaran Petral yang terjadi saat itu.

Bahkan Dahlan juga pernah mendiskusikan soal isu pembubaran Petral ini kepada Presiden SBY saat itu.

Soal Petral ini, Dahlan juga pernah melakukan pembicaraan dengan Direktur Utama Pertamina saat itu, Karen Agustiawan. Tujuannya membahas soal isu penyimpangan di Petral yang sering mengganggu citra Pertamina.

Dahlan mengaku, dirinya sering menemui isu yang menyatakan Petral dipakai sebagai tempat korupsi. "Apakah ada permainan atau tidak. Saya juga menanyakan statusnya, kenapa Pertamina punya anak perusahaan di Singapura?" tegas Dahlan.

Sebelumnya, di awal 2012, rencana pembubaran Petral oleh Dahlan Iskan juga pernah didengungkan. Rencana ini terlontar karena adanya tuduhan permainan di tubuh Petral.

Pada September 2013, Dahlan kembali melontarkan komitmennya membubarkan Petral saat menjawab pertanyaan Anggota Komisi VI DPR, soal kabar mafia minyak di Petral.

Pihak Pertamina mengakui, rencana pembubaran Petral sudah terjadi sejak Dahlan Iskan menjabat Menteri BUMN.

"Saya sampaikan, dorongan (pembubaran Petral) sudah datang dari Menteri BUMN Dahlan Iskan. Tujuannya bagaimana kita melakukan fungsi pengadaan (impor BBM) secara efektif dengan tata kelola yang benar," ungkap Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro.

Wianda mengatakan, namun baru sekarang rencana pembubaran Petral terealisasi. Di mana saat ini seluruh kegiatan Petral telah dibekukan, kemudian saat ini masih dilakukan proses likuidasi yang memakan waktu selama setahun.

"Keputusan likuidasi sudah dilakukan sejak 13 Mei. Jadi memang berikutnya diikuti dengan tahap-tahap likuidasi tersebut. Memang sekarang tahap review, due diligence dan finansial serta menunjuk auditor independen termasuk akuntan publik," kata Wianda.

Rencana Dahlan membubarkan Petral juga pernah diutarakan Faisal Basri, saat masih menjabat sebagai Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi.

"Saya ketemu dengan Pak Dahlan di Aceh. Waktu itu dia punya niat untuk membubarkan Petral, tapi kok justru mengeluarkan instruksi Petral wajib impor minyak atau BBM melalui NOC (National Oil Company)," kata Faisal.

Faisal mengungkapkan, membeli minyak dan BBM wajib dari NOC bukan jalan yang terbaik. Tidak ada jaminan bahwa membeli dari produsen langsung harganya lebih murah.

"Pak Dahlan akui itu, kalau kebijakan tersebut bukan yang terbaik. Niat awalnya ingin membubarkan Petral, tapi ternyata tidak mudah. Makanya sebagai pelipur lara keluarlah kebijakan itu (wajib beli dari NOC)," ungkapnya.

Lalu mengapa Dahlan Iskan gagal membubarkan Petral sementara kala itu dia menjabat sebagai Menteri BUMN?

"Ada kekuatan di atasnya Pak Dahlan Iskan. Kekuatannya di langit ke-7, bahkan ke-10. Makanya tidak bisa membubarkan Petral," jelas Faisal kala itu.

Wakil Ketua Komite BPH Migas, Fanshurullah Asa pernah mengatakan, saat Dahlan Iskan baru dilantik menjadi Menteri BUMN, dirinya ingat betul bahwa Dahlan berjanji akan membubarkan Petral yang selama ini melakukan impor BBM.

(dnl/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads