Di samping itu, Sudirman mengatakan konsumennya adalah masyarakat dengan kelas atas. Spesifikasi minyak yang terkandung di dalamnya, yaitu ron 92 juga lebih tinggi dibandingkan premium.
"Kalau yang mengkonsumsi Pertamax siapa sih, kan orang-orang kaya. Kalau orang -orang kaya itu mengkonsumsi harga yang tidak seharusnya, kan kasihan Pertamina, jadi biarkan menjadi positif," terang Sudirman saat bincang-boncang di Kantor KESDM, Jakarta, Minggu (31/5/2015).
Sudirman mencatat bahkan konsumen Pertamax hanya 5% dari total konsumen BBM di dalam negeri. Cuma menurutnya banyak pihak yang salah tanggap dan terlalu mendramatisasi keadaan sekarang.
"Marketnya ada 5% dari total konsumsi. Dan kadang-kadang orang mendramatisirnya seolah-olah BBM naik tinggi. Padahal ini kan cuma 5% dari masyarakat kita harus membeli. Mereka itu juga rata-rata mobilnya 4, 3 dan banyaklah," tukasnya
Berikut daftar harganya:
- Pertamax RON 92 Rp 9.300/liter, naik Rp 500 dari sebelumnya Rp 8.800/liter
- Pertamax Plus Rp 10.200/liter, naik Rp 150 dari sebelumnya Rp 10.050/liter
- Pertamina Dex Rp 11.900/liter, harga tetap sama











































