Misalnya saja negara Vietnam, Hungaria, atau sekarang Jepang setelah tragedi Fukushima. Nuklir menjadi pilihan untuk energi listrik karena biaya, keamanan, dan ramah lingkungan.
"Kami selama ini mengimpor gas untuk memenuhi listrik," kata perwakilan pemerintah Hungaria, Atilla Aszodi dalam diskusi di Atom Expo, Moskow, Rusia (1/6/2015).
Persoalan mendesak akan kebutuhan energi membuat Hungaria membangun reaktor nuklir.
"Masyarakat mendukung karena kami membutuhkan listrik. Selama ini kami mengimpor 30 persen listrik kami dipenuhi dari gas yang diimpor," tegas dia.
Atillah mengungkapkan nuklir lebih murah daripada daripada biaya impor.
Sedang menurut Presiden of The Japan Atomic Industrial Forum, Takuya Hattori saat ini Jepang menggunakan energi listrik dari matahari.
Hal itu dilakukan menyusul peristiwa Fukushima, namun hal itu berimbas pada perekonomian Jepang yang terganggu.
"Opini publik dan aturan pemerintah amat penting dalam hal ini," imbuh dia.
Tragedi Fukushima memang membuat publik terpengaruh. Penggunaan energi nuklir sebagai sumber energi pun ditentang publik.
Tapi dengan regulasi yang lebih ketat dan energi listrik dari nuklir yang bisa membantu ekonomi Jepang membuat semuanya berbeda.
"Kami tak bisa bilang akan bangun berapa reaktor. Kami menunggu pemerintah dan yang terpenting opini publik," urai dia.
(Indra Subagja/Angga Aliya)











































