Komitmen pasokan minyak jangka panjang ini merupakan hasil dari pertemuan Sudirman Said dengan Menteri Petroleum Angola, Jose Maria Botelho de Vasconcelos. Pertemuan tersebut membahas beberapa peluang kerjasama, antara lain supply crude untuk Indonesia.
"Saat ini Indonesia membeli 1 juta barel minyak per bulan dari Angola," ucap Sudirman, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/6/2015).
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Indonesia bersama Pertamina mengungkapkan kebutuhan minyak mentah yang lebih banyak, karena saat ini sedang proses revitalisasi kapasitas kilang dari 800.000 barel per hari menjadi 1,6 juta barel per hari.
Di sisi upstream Pemerintah juga mendorong Pertamina dan NOC (National Oil Company) Angola (Sonangol) untuk bekerjasama dalam melakukan eksplorasi dan eksploitasi di ladang-ladang minyak di Angola.
Selanjutnya di sisi downstream, Menteri Angola dan Menteri ESDM juga mendorong NOC kedua negara membangun refinery (kilang minyak) bersama-sama di Indonesia, untuk keuntungan bersama.
"Dengan kerjasama ini maka Angola akan memiliki pembeli minyak mentah jangka panjang yakni Indonesia, dan Indonesia juga akan memiliki pemasok minyak minyak mentah jangka panjang yakni dari Angola," tutup Sudirman.
(rrd/ang)











































