Menurut Asisten Mananajer Pasar Induk Kramat Jati Sugiono, bawang merah asal Jawa Barat dihargai lebih murah dari bawang merah asal Brebes, meski dengan ukuran dan tampilan keduanya hampir tak berbeda. Hal ini lah yang dianggap selama ini sebagai bawang impor karena harganya jauh lebih murah daripada bawang Brebes.
"Kalau bawang merah asal Jawa Barat harganya sekarang Rp 18.000 per kg. Kalau Brebes Rp 27.000 per kg. Bentuknya bawang Jawa Barat sama bagusnya, yang beda ada di rasa, memang kalah dengan bawang Brebes. Tapi ini bisa jadi subtitusi dan pengendali harga buat masyarakat saat harga bawang Brebes lagi mahal," kata Sugiono ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Senin (8/6/2015).
Menurutnya, bawang merah yang lebih murah asal Jawa Barat ini yang kerap dianggap sebagai bawang impor ilegal.
"Karena kita nggak ada bawang impor yang masuk ke pasar kita. Dari Jawa Barat memang lebih murah, karena dari rasanya kalah sama Brebes. Tapi kadang disangka bawang Jawa Barat itu bawang impor," jelas Sugiono.
Sugiono mencatat, dalam sehari bawang merah yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati mencapai 90 ton.
"Perbandinganya 70 persen dari Brebes, sisanya 30 persen itu yang berasal dari Jawa Barat. Kalau dari Jawa Timur seperti Nganjuk dan Kediri juga, tapi karena rupa, harga, dan kualitasnya sama dengan bawang asal Brebes, jadi kita catat sebagai bawang Brebes saat masuk ke pasar kita," ungkap Sugiono.
Sugiono menegaskan, dengan pasokan harian yang masih normal di Pasar Induk, dirinya menegaskan harga dan stok bawang merah di Jabodetabek akan terkendali hingga Lebaran.
"Harga di pasar induk kan representasi harga di eceran. kita kan ada 152 pasar yang dikelola PD Pasar Jaya. Sehingga harga di pasar eceran bisa dipantau dari sini. Tapi secara umum stok bawang merah sampai Lebaran aman," katanya.
(rrd/hen)










































