Pemerintah Jokowi Ingin Alihkan Subsidi Elpiji ke Rakyat Miskin

Pemerintah Jokowi Ingin Alihkan Subsidi Elpiji ke Rakyat Miskin

Dana Aditiasari - detikFinance
Kamis, 11 Jun 2015 15:15 WIB
Pemerintah Jokowi Ingin Alihkan Subsidi Elpiji ke Rakyat Miskin
Jakarta - Pemerintah mengusulkan kepada Komisi VII DPR. untuk mengalihkan anggaran puluhan triliun subsidi elpiji 3 kg langsung ke rakyat miskin. Pasalnya, dengan sistem subsidi elpiji saat ini, siapa pun termasuk orang mampu berhak menikmati murahnya harga elpiji tabung melon ini.

"Pengalihan subsidi elpiji masih dalam proses, ada beberapa anggota DPR yang masih menolak juga, nanti kita sampaikan lagi," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Wiratmaja Puja, ditemui usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2015).

Seperti diketahui, subsidi elpiji tahun ini sekitar Rp 28 triliun dengan volume 5,766 juta ton. Jumlah subsidi elpiji di 2016 diperkirakan akan melonjak lebih tinggi lagi, karena Komisi VII DPR dan pemerintah menyepakati jumlah volume subsidi elpiji tahun depan sebanyak 6,602 juta ton.

Dari jumlah volume saja meningkat signifikan, ditambah lagi dengan terus melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat anggaran subsidi elpiji akan membengkak. Sementara hampir 60% pasokan elpiji nasional berasal dari impor.

"Dengan subsidi elpiji dialihkan, maka harga elpiji 3 kg di masyarakat berdasarkan harga keekonomian (tidak disubsidi). Tapi keluarga miskin akan mendapat subsidi langsung misalnya Rp 50.000-Rp 60.000 setiap bulan. Kenapa 50.000? Karena setiap bulan biasanya konsumsi elpiji per keluarga sebanyak 3 tabung," katanya.

Mekanismenya kata Wiratmaja, penyaluran subsidi langsung bisa melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau dibuatkan khusus kartu subsidi elpiji sendiri.

"Kita sedang pilot project. Tahun ini selesai. Daerahnya nggak bisa kita bilang di mana-mana, nanti mereka pada meolak," tutupnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads