Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan, tahun depan produksi minyak paling maksimal rata-rata hanya 830.000 barel/hari atau relatif stagnan. Angka ini naik tipis dari target tahun ini 825.000 barel/hari atau 0,6% lebih tinggi.
"Kami sangat menghargai pandangan dari para anggota Komisi VII. 2016 high case kami perkirakan bisa 850.000 barel/hari, tapi dari konfirmasi dari 10 KKKS (Kontraktor Kontrak Kerjasama) pada 11 Juni 2015, hanya mampu 845.000 barel/hari," kata Wakil Kepala SKK Migas, Zikrullah, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senin (15/6/2015).
"Namun, hasil simulasi yang kami lakukan, dan setelah pendalaman yang paling realistis adalah di angka 830.000 barel/hari," tambah Zikrullah.
Sementara, dalam rapat internal dengan anggota fraksi Komisi VII, belum disepakati satu angka target produksi minyak tahun depan, sehingga dibuat asumsi yakni produksi ditargetkan antara 800.000-830.000 barel/hari.
"Kita hari ini akan langsung menyepakati usulan Kementerian ESDM soal produksi lifting minyak bumi, yang dalam ringkasan asumsi dasar RAPBN 2016 sektor ESDM sebesar 830.000-850.000 barel/hari," kata Ketua Komisi VII DPR Kardaya Warnika.
Hasil rapat internal antar fraksi Komisi VII DPR, yakni:
- Fraksi PDIP minta produksi minyak 810.000-830.000 barel/hari
- Fraksi Golkar: 820.000-850.000 barel/hari
- Fraksi Gerindra: 800.000-830.000 barel/hari
- Fraksi Demokrat: 810.000-830.000 barel/hari
- Fraksi PKB: 760.000-800.000 barel/hari
- Fraksi PKS: 800.000-830.000 barel/hari
- Fraksi PPP: 800.000-830.0000 barel/hari
- Fraksi Nasdem: 800.000-850.000 barel/hari
- Fraksi Hanura: 820.000-850.000 barel/hari
- Fraksi PAN belum menyampaikan pandangan.
Kardaya menambahkan, dengan melihat hasil rapat internal fraksi serta pandangan dari Kementerian ESDM serta SKK Migas, disepakati rentang lifting minyak bumi tahun depan 800.000-830.000 barel/hari.
"Baik berarti DPR dan pemerintah sepakat bahwa rentang lifting minyak dalam asumsi dasar RAPBN 2016 adalah 800.000-830.000 barel/hari," tutup Kardaya.
(rrd/hen)











































