"Kita rutin impor. Premium sebanyak 9 juta barel per bulan. Kalau per volume tidak bisa kita share infonya, sedangkan solar impornya tidak terlalu banyak sekitar 600.000 barel per bulan," kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, kepada detikFinance, Kamis (18/6/2015).
Wianda mengatakan, impor tersebut berasal dari hasil lelang terbukan yang dilakukan Integrated Supplay Chain (ISC). Pemasok minyaknya mulai dari Prancis, Belanda, Thailand, hingga Korea Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila diliterkan, di mana tiap 1 barel sama dengan 159 liter, artinya bensin Premium yang diimpor Pertamina sebanyak 9 juta barel/bulan, setara dengan 1,43 miliar liter. Sementara untuk solar sebanyak 600.000 barel per bulan, sama dengan 95,4 juta liter per bulan.
(rrd/dnl)











































