Berdasarkan data publikasi PLN yang dikutip detikFinance, Selasa (23/6/2015), terkait penugasan tersebut, PLN mengakui kondisi keuangannya cukup membiayai proyek tersebut.
Selain dari dana kas internal, PLN juga telah memperoleh komitmen pendanaan dari sejumlah perbankan baik dari dalam negeri maupun dari asing. Ditambah lagi, pemerintah telah berkomitmen menambah penyertaan modal (PMN) kepada PLN Rp 5 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- World Bank, pendanaan untuk distribusi listrik dan proyek energi baru terbarukan. Dana yang disiapkan sebanyak totla US$ 3 miliar. Skema pinjaman yakni dengan direct lending dengan jaminan pemerintah, output based loan, dan project financing.
- Asian Development Bank (ADB), total dana yang disiapkan sebanyak US$ 2 miliar. Proyek yang bisa diberikan trafo & bay trafo, reconducturing, distribusi, dan renewable energy.
- Japan International Cooperation Agency (JICA), total dana yang disiapkan mencapai US$ 5 miliar dalam lima tahun. Dengan skema pinjamanan mempertimbangkan direct lending dengan jaminan dari pemerintah Indonesia.
- Kreditanstalt fuer Wiederaufbau (KfW), lembaga keuangan asal Jerman ini menyiapkan dana US$ 500 juta untuk proyek transmisi, dan US$ 4,5 miliar untuk proyek pembangkit energi baru terbarukan. Skema pinjaman direct lending dengan jaminan pemerintah.
- Agence Francaise de Development (AFD), lembaga keuangan asal Prancis ini menyiapkan dana US$ 1 miliar.
- China Development Bank (CDB), menyiapkan dana US$ 10 miliar dalam 5 tahun ke PLN untuk proyek pembangkit listrik dan transmisi, skema pinjaman menggunakan direct lending tanpa jaminan pemerintah.
- China Exim menyiapkan dana pinjaman US$ 5 miliar dalam 5 tahun, untuk proyek pembangkit listrik dan transmisi.











































