Selain Saguling, Ini Waduk yang Juga 'Sekarat'

Selain Saguling, Ini Waduk yang Juga 'Sekarat'

Dana Aditiasari - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2015 13:52 WIB
Selain Saguling, Ini Waduk yang Juga Sekarat
Jakarta -

Waduk Saguling, Bandung Barat, Jawa Barat mengalami sedimentasi atau pendangkalan cukup parah, bahkan diperkirakan usianya tinggal 30 tahun lagi. Kondisi ini tidak hanya dialami Saguling, ada lagi waduk yang juga terancam mati.

Kepala Subdit OP Bendungan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Joko Mulyono mengungkapkan, tidak hanya waduk Saguling yang mengalami pendangkalan cukup parah, ada waduk Kedung Uling, di Wonogiri, Jawa Tengah. Pihaknya berencana menetapkan penghapusan fungsi bendungan pada waduk tersebut.

"Kedung Uling secara ekonomis sudah nggak layak. Tapi masyarakat menolak karena musim-musim tertentu masih ada airnya. Jadi sampai sekarang belum pernah terjadi sih penutupan fungsi bendungan," kata Joko kepada detikFinance, Kamis (25/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendangkalan waduk kata Joko sebagian besar justru akibat ulah manusia, mulai dari pembangunan pemukiman di sekitar waduk, penggunaan deterjen yang air sisa cucian masuk ke waduk, sampai keberadaan keramba-keramba ikan milik masyarakat.

"Banyak keramba, banyak gulma. Keramba itu masyarakat yang ternak-ternak ikan. Gulma itu tanaman seperti eceng gondok, dan lain-lain yang bisa menyumbat saluran bendungan.

"Selain permasalahan itu, kepedulian masyarakat ke waduk itu kurang. Sebenarnya nggak boleh ada warung di tubuh bendungan. Mereka (masyarakat) melakukan itu. Termasuk penggunaan deterjen ketika mencuci, air deterjennya masuk ke waduk, dan membuat subur enceng gondok," tambahnya.

Joko menambahkan lagi, untuk memperpanjang usia waduk, pihaknya melakukan pengerukan dan pembesihan waduk.

"Kalau yang struktural itu ada beberapa tahap dari mulai pembersihan sampai pengerukan.β€Ž Ada wacana pengerukan di beberapa tempat. Tapi masih proses studi tahun ini. Kalau pengerukan kita pernah lakukan di NTB di Bendungan Batu Jae dan di Cengklik-Bengawan Solo," katanya.

Ia mengungkapkan, rata-rata usia waduk di Indonesia umumnya di atas 50-100 tahun.

"Jadi kalau sudah melewasi usia bendungan, lebih dari 50 tahun misalnya dan sedimentasinya benar-benar sudah menutup mulut bendungan, itu bisa dilakukan penutupan fungsi bendungan," tutupnya.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads