Gubernur Kaltim Tak Terima Hanya Dapat 10% Saham Blok Mahakam

Gubernur Kaltim Tak Terima Hanya Dapat 10% Saham Blok Mahakam

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2015 18:28 WIB
Gubernur Kaltim Tak Terima Hanya Dapat 10% Saham Blok Mahakam
Total E&P
Balikpapan - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishaq menolak porsi saham Blok Mahakam yang diberikan pemerintah pusat untuk daerahnya. Apalagi lokasi keberadaan Blok yang kaya gas bumi ini ada di Kalimantan Timur.

"Saya dengan tegas menolak porsi yang membatasi kepemilikan kita hanya 10%," tegas Awang ditemui di Hotel Senyiur Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (25/6/2015).

Awang bahkan menuntut daerahnya menguasai sedikitnya 15% saham di Blok Mahakam yang akan dimulai pada 1 Januari 2018. Saat ini Blok Mahakam masih dikelola oleh Total E&P Indonesie, perusahaan asal Prancis, dan Inpex Corporation, perusahaan asal Jepang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Minimal kita harus dapat 15% porsinya, bahkan kalau perlu maksimal 50%," kata Awang yang juga Ketua Asosiasi Dewan Penghasil Migas.

Awang menegaskan pemerintah pusat harusnya mendahulukan porsi pemerintah daerah dahulu, sebelum menawarkan porsi saham ke perusahana lain, apalagi perusahaan asing.

"Harusnya pemerintah daerah dulu yang didahulukan mendapatkan manfaat dari potensi minyak dan gas bumi. Kalau daerah sudah dapat manfaat maksimal, barulah NKRI secara keseluruhan yang dapat. Prioritaskan lah daerah penghasil dulu," katanya.

"Kami sudah ambil keputusan, kami tidak akan pernah mundur semilimeter pun dari keputusan yang saya ambil," tegasnya.

Namun, yang patut diketahui, investasi migas adalah investasi yang tinggi risiko dan tinggi modal. Pertamina saja berencana mengeluarkan investasi untuk mengelola Blok Mahakam US$ 2,5 miliar per tahun untuk mengelola Blok Mahakam.

Artinya bila Pemprov Kaltim punya saham 10% di Blok Mahakam, BUMD yang ditunjuk harus menyediakan 10% dari US$ 2,5 miliar per tahun atau sekitar US$ 250 juta, bila dirupiahkan Rp 3,2 triliun/tahun (kurs Rp 13.000).

Adakah BUMD atau APBD sebanyak itu? Patut dikhawatirkan, Pemda justu menjual saham tersebut ke pihak swasta atau bahkan ke investor asing. Yang ujungnya manfaat migas dari Blok Mahakam justru tidak dirasakan maksimal oleh rakyat di daerah.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads