Bahkan dengan penghapusan subsidi elpiji, diharapkan tidak ada lagi penyelewengan tabung melon (3 kg) yang 'disuntik' ke elpiji 12 kg.
"Begini, kalau elpiji harganya tunggal (tidak ada subsidi) itu rembesan dari 3 kg ke 12 kg kan akan hilang. Jadi subsidi yang tidak tepat sasaran akan berkurang," kata Menteri ESDM, Sudirman Said, ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Selasa (30/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya pemerintah, kata Sudirman, akan memberikan uang tunai ke rakyat miskin setiap bulan, di mana uang tersebut digunakan untuk membeli elpiji 3 kg. Kebijakan ini juga diharapkan bisa dilakukan pada subsidi listrik. Di mana pemerintah juga berencana untuk menghapus subsidi listrik untuk rumah tangga, kemudian bagi rakyat miskin diberi uang tunai setiap bulannya, melalui kartu keluarga sejahtera atau kartu lainnya.
"Mudah-mudahan 2016 sudah bisa, karena ini kan sudah mulai memaparkan database yang dipakai juga untuk kartu-kartu itu. Kartu sehat, kartu sejahtera. Uangnya ada di kartu itu, kemudian ditransfer uangnya. lalu disparitas harganya dihilangkan dengan cara memberi subsidi langsung," tutupnya.
(rrd/dnl)











































