Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menggelar rapat khusus dengan para menteri soal ketenagalistrikan. Hasil rapat tersebut disepakati bahwa PLN wajib menggunakan bahan baku lokal dalam membangun jaringan transmisi listrik sepanjang 46.000 kilo meter sirkuit (KMS) pendukung proyek listrik 35.000 MW.
Rapat ini dihadiri oleh Dirut PLN Sofyan Basir, Menteri ESDM Sudirman Said, dan Menperin Saleh Husin. Usai rapat tersebut, JK menegaskan beberapa poin yang menjadi perhatian pelaksaan di lapangan.
JK menekankan, proyek ini harus memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas. Selain itu jadwalnya harus dikerjakan sesuai rencana, juga penggunaan komponen dalam negeri harus dimaksimalkan, dan proyek listrik harus melibatkan banyak kontraktor termasuk yang di daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK mencontohkan, industri baja di dalam negeri sangat mampu memasok kebutuhan pembangunan transmisi listrik. Indonesia sudah punya pabrik-pabrik baja seperti BUMN Krakatau Steel yang bisa memasok untuk kebutuhan infrastruktur transmisi.
"Pemasangannya nanti harus kontraktor-kontraktor yang menengah di daerah-daerah yang bisa diajak, didik kontraktor yang biasa mengerjakannya bekerja sama dengan kontraktor daerah," katanya.
Ia yakin proyek pembangunan transmisi listrik sepanjang 46.000 km dapat dilaksanakan dalam waktu lima tahun lebih cepat dengan sistem yang memenuhi syarat.
"Ini teknologinya sudah dikuasai oleh PLN dan juga industri dalam negeri sendiri. Bukan hal yang baru oleh karena itu PLN sudah punya pengalaman panjang dan sudah punya perusahaan, puluhan perusahaan dalam negeri sudah menguasai teknologinya. Oleh karena itu harus diwajibkan industri totalnya dari dalam negeri," katanya.
(hen/rrd)











































