"Kita negara yang besar dengan kekayaan alam dengan bahan mentah yang macamnya banyak sekali, ini lah yang harus dihilirsasi, ini harus ada pemikiran untuk reindustrialisasi besar-besaran," kata Jokowi saat meresmikan Mega Proyek Gas Integrasi Pertamina, Banggai, Sulteng, Minggu (2/8/2015)
Jokowi mengatakan hasil gas Donggi Senoro harus bisa dimanfaakan oleh industri dalam negeri. Gas alam yang diolah menjadi LNG di kilang Banggai Sulteng dipasok ke Aceh untuk keperluan industri dan pembangkit listrik PLN dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk bisa menopang itu harus ada energi yang dibangun, energi yang dipakai, dari mana, salah satunya adalah yang diresmikan sekarang. Maka itu proyek terintegrasi harus dibangun, di semua daerah. Energi yang terintegrasi dengan industri. Ini akan berikan dampak besar bagi negara kita," kata Jokowi.
Ia mendorong para pemerintah daerah menyiapkan kawasan-kawasan industri baru skala besar dan terintegrasi dengan sumber energi.
"Kalau menyiapkan jangan tanggung-tanggung. Saya sudah sampaikan yang dulu-dulu itu disiapkan hanya 10 -15 hektar itu buat apa, nggak menarik, 1000-2000 hektar itu baru menarik. Itu investor besar pasti yang datang," tegas Jokowi.
Presiden Jokowi meresmikan beberapa proyek Pertamina terintegrasi dari hulu hingga hilir. Acara ini dihadiri oleh jajaran Pertamina, Menteri ESDM, Medco dan lainnya. Berikut proyek yang diresmikan hari ini.
Pertama, Join Operating Body (JOB) Pertamina Medco Tomori Sulawesi Tengah (PTMS) yang mengelola satu Central Procesing Plant (CPP) dengan. Kapasitas produksi total 310 MMSCFD.
Kedua, kilang LNG (Liquified Natural Gas) Donggi Senoro dengan kapasitas 2,1 MTPA yang akan menerima pasokan dari JOB PMTS 250 mmscfd dan dari Matindok pengembangan proyek 85 MMCFD. Dari kilang ini akan berlangsung pengapalan perdana ke terminal regasifikasi Arun.
Ketiga, adalah pabrik ammonia yang dikelola oleh PT Panca Amara Utama (PAU). Kapasitasnya mencapai 0,7 MTPA. Peletakan batu pertama atau groundbreaking akan langsung dilakukan oleh Presiden Jokowi.
Keempat, adalah lapangan GG berkapasitas produksi 31 MMCFD dan 150 barrel kondensat per hari dikelola oleh Pertamina Hulu Energi Offshore North Swest Java (PHE-ONWJ).
(mkl/hen)










































