Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang menyatakan, uji pasar Pertalite di Bali ini merupakan tahap kedua, di mana pada tahap pertama Pertalite telah diujipasarkan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
"Uji pasar bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh respons pasar dan konsumen terhadap Pertalite. Bali dipilih karena merupakan pasar yang potensial sebagai kota wisata. Selanjutnya Pertalite akan diujipasakan juga di Jawa Tengah dan sekitarnya," ujar Bambang dalam keterangannya, Senin (10/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahap uji pasar Pertalite ini sangat penting bagi Pertamina, untuk mengetahui animo masyarakat terhadap Pertalite. Harga Pertalite adalah Rp 8.400/liter, atau lebih mahal Rp 1.000 dibandingkan Premium Rp 7.400/liter.
Pertalite adalah varian baru dari produk bensin non subsidi Pertamina, yang diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen. Langkah ini juga terinspirasi oleh perkembangan teknologi kendaraan bermotor di Indonesia.
Memiliki level research octane number (RON) 90, Pertalite membuat pembakaran pada mesin kendaraan dengan teknologi terkini lebih baik dibandingkan dengan Premium yang memiliki RON 88. Pertalite sesuai untuk digunakan kendaraan bermotor roda dua hingga kendaraan multi purpose vehicle ukuran menengah.
(dnl/dnl)











































