Pengusaha SPBG Dukung Rencana Pemerintah Naikkan Harga BBG

Pengusaha SPBG Dukung Rencana Pemerintah Naikkan Harga BBG

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 10 Agu 2015 19:12 WIB
Pengusaha SPBG Dukung Rencana Pemerintah Naikkan Harga BBG
Jakarta - PT Gagas Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang bergerak di bidang perniagaan gas mendukung rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar gas (BBG) Rp 4.000-Rp 4.400/ liter setera premium.

Karena dengan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) saat ini sekitar Rp 13.500, membuat harga BBG yang ditetapkan Rp 3.100/lsp belum mencapai tingkat keekonomian.

"Harga saat ini memang belum pada keekonomiannya dari sudut pandang penyedia infrastruktur SPBG. Terlebih dengan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah saat ini," kata Direktur Utama Gagas, Danny Praditya, melalui pesan singkat kepada detikFinance di Jakarta, Senin (10/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, Danny meminta Kementerian ESDM untuk menaikkan harga BBG. Saat ini, harga keekonomian BBG sudah di atas Rp 4.000/lsp.

"Struktur harga yang ideal dari sisi pengembang infrastruktur, baik PGN dan Pertamina maupun badan usaha swasta sudah disampaikan kepada Kementrian ESDM," ucapnya.

Menurutnya, kenaikan harga tidak akan menurunkan minat masyarakat untuk menggunakan BBG. Sebab, disparitas harga BBG dan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium masih cukup jauh.

"Mengenai minat masyarakat, selama masih ada disparitas yang signifikan terhadap BBM dan komitmen pemerintah untuk menggunakan BBG harusnya program diversifikasi energi sektor transportasi bisa tetap berjalan," pungkasnya.

Sebagai informasi, Kementerian ESDM berencana menaikkan harga BBG menjadi sekitar Rp 4.000-4.400/lsp untuk menarik minat pelaku usaha berbisnis BBG. Saat ini, bisnis BBG masih sepi peminat karena harganya yang kurang ekonomis.

Akibat minimnya minat pengusaha hilir migas untuk membangun SPBG, pemerintah terpaksa mengalokasikan sebagian dana APBN untuk pembangunan SPBG. Pada 2015 ini, dana sebesar Rp 1,912 triliun dari APBNP dialokasikan untuk program konversi BBM ke BBG, diantaranya untuk membangun 22 SPBG, 6 kendaraan angkut gas, dan pipa distribusi gas ke SPBG. Semuanya berlokasi di wilayah Jabodetabek dan Semarang.

Selain pemerintah, BUMN yang bergerak di bisnis hilir gas bumi, yakni PGN, juga membangun 16 SPBG. Sehingga total tahun ini akan ada tambahan 38 SPBG baru jika semuanya terealisasi.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads