Diundang Jokowi, Investor China Ini Siap Ikut Proyek 35.000 MW

Diundang Jokowi, Investor China Ini Siap Ikut Proyek 35.000 MW

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 11 Agu 2015 15:01 WIB
Diundang Jokowi, Investor China Ini Siap Ikut Proyek 35.000 MW
Buleleng - Huadian Corporation, perusahaan asal China yang bergerak di bidang pembangunan dan pengoperasian pembangkit tenaga listrik, mengaku telah mendengar informasi terkait proyek rencana pembangunan pembangkit listrik 35.000 mega watt (MW) dalam 5 tahun ke depan yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, Huadian sudah diundang oleh Jokowi untuk ikut serta.

"Presiden Jokowi sudah ke Tiongkok beberapa waktu lalu dengan beberapa kementerian. Ada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN). Sudah ada informasi untuk Huadian agar ikut serta dalam proyek listrik 35.000 MW," tutur Presdir Huadian Corporation, Li Qingkui, usai peresmian PLTU Teluk Bawang, Buleleng, Bali, Selasa (11/8/2015).

Qingkui menyatakan, bahwa pihaknya sangat tertarik untuk mengikuti tender-tender proyek yang termasuk dalam proyek listrik 35 ribu MW ini. Dia berharap Huadian bisa mendapatkan bagian dari program tersebut. "Pihak kami menyambut sangat positif, kami sudah melakukan studi terhadap program ini dan mudah-mudahan bisa ikut berinvestasi dalam proyek ini," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Qingkui berjanji bakal memberikan teknologi terbaik jika berhasil mendapatkan proyek pembangunan pembangkit listrik di Indonesia. "Kita bisa menggunakan teknologi yang termutakhir di dunia internasional dan membantu Indonesia mencapai target yang sesuai dengan kebutuhan listrik di dalam negeri," tandasnya.

Dengan pengalaman yang panjang di bidang pembangunan pembangkit tenaga listrik dan teknologi mutakhir yang dimilikinya, Qingkui optimis bisa mendapatkan bagian dari proyek listrik 35.000 MW. Apalagi rekam jejaknya sudah dikenal baik di Indonesia. "Kami yakin dengan proyek-proyek yang sudah ada di Indonesia dinilai positif, kami bisa mendapatkan proyek di masa mendatang di Indonesia," tutupnya.

(rrd/rrd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads