Solar Wajib Dicampur BBN 15%, RI Hemat Impor BBM 1,5 Juta KL

Solar Wajib Dicampur BBN 15%, RI Hemat Impor BBM 1,5 Juta KL

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Selasa, 18 Agu 2015 13:00 WIB
Solar Wajib Dicampur BBN 15%, RI Hemat Impor BBM 1,5 Juta KL
Jakarta - Mulai hari ini, pemerintah mewajibkan penggunaan solar dicampur 15% Bahan Bakar Nabati (BBN) dari olahan minyak kelapa sawit, termasuk yang dijual di SPBU. Dengan ketentuan tersebut, pemerintah menghemat 1,5 juta Kilo Liter (KL) impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Demikian dikatakan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Bayu Krisnamurthi di Kementerian Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

"Ada 1,5 juta KL yang digantikan biofuel setara dengan 1,5 juta KL yang tidak diimpor," jelas dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayu menjelaskan, dengan penghematan tersebut tentunya pemerintah juga akan bisa menghemat anggaran untuk impor BBM.

"Hemat 1,5 juta KL, dikalikan saja dengan harganya, intinya 1,5 juta KL mulai sekarang sampai dengan akhir tahun yang bisa kita hemat dari impor," kata Bayu.

Dia mengatakan, penggunaan solar dicampur 15% minyak kelapa sawit ini dinilai positif.

Dari segi industrialisasi, banyak produk hilir yang diciptakan di dalam negeri, nilai tambahnya juga baik, sehingga Indonesia tidak lagi menghasilkan produk bahan Baku.

"Buat ke depannya, kalau industri dalam negeri semakin mengembangkan produk hilir, dan mengembangkan nilai tambah dalam negeri, maka perhitungannya akan lebih detail. Akan dilaporkan pada waktunya," ujarnya.

Bayu menambahkan, penggunaan solar dicampur 15% minyak kelapa sawit ini juga bertujuan untuk mendukung para petani sawit agar harganya bersaing di pasaran.

"Pengembangan pasar pakai biofuel adalah langkah yang diperlukan untuk kondisi sekarang, tapi yang lebih fundamental untuk mendukung pelaku usahanya khusus untuk perkebunan rakyat," tandasnya.

(drk/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads