Bocoran Pertemuan Prabowo & Anwar Ibrahim, Ada soal Selat Hormuz

Bocoran Pertemuan Prabowo & Anwar Ibrahim, Ada soal Selat Hormuz

Herdi Alif Al Hikam, Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 27 Mar 2026 21:38 WIB
Momen Prabowo bertemu Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Jakarta, 27 Maret 2026 (Rusman - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Foto: Momen Presiden Prabowo Subianto menerima Perdana Menteri Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Jakarta, 27 Maret 2026 (Rusman - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/3/2026). Anwar menyebut pertemuan ini penuh makna.

Menurut Anwar, baik Indonesia maupun Malaysia sepakat menjaga jalur perdagangan strategis yakni Selat Hormuz yang menjadi salah satu titik vital distribusi minyak dunia di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Selain itu, Indonesia dan Malaysia juga sepakat untuk memperkuat kerja sama diplomasi guna meredakan konflik yang tengah berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sepakat untuk mempergiat usaha diplomasi bagi meredakan konflik, melindungi nyawa orang awam serta membuka ruang rundingan ke arah penyelesaian yang aman dan berkekalan. Pada masa sama, kelangsungan rantaian bekalan global serta laluan perdagangan strategik termasuk Selat Hormuz mesti dipastikan tidak terjejas," ujar Anwar Ibrahim dikutip dari Instagram resminya @anwaribrahim_my, Jumat (27/3/2026).

ADVERTISEMENT

Anwar juga menyampaikan Indonesia dan Malaysia telah melakukan komunikasi dengan para pemimpin internasional sebagai upaya menunjukkan solidaritas, menyelaraskan pandangan, sekaligus mengkaji dampak global, khususnya dalam aspek energi dan keamanan kawasan.

"Malaysia tetap pada pendirian tegas, menolak kekerasan, menjunjung hukum internasional, serta mendesak semua pihak untuk kembali ke jalur damai," tutur Anwar.

Sebagai informasi, sebelumnya Anwar Ibrahim menyatakan kapal tanker Malaysia diizinkan melewati Selat Hormuz. Keputusan itu merupakan hasil dari berbicara dengan para pemimpin Iran, Mesir, Turki dan negara-negara regional lainnya.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Anwar berterima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian karena telah mengizinkan kapal-kapal Malaysia untuk melewati Selat Hormuz.

"Kami sekarang sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," ujar Anwar dikutip dari Reuters, Kamis (26/3/2026).

Anwar mengaku telah berbicara dengan Iran dan negara-negara lain sebagai upaya untuk memfasilitasi perdamaian di Timur Tengah.
"Tetapi ini tidak mudah, karena Iran merasa telah berulang kali ditipu dan merasa sulit untuk menerima langkah-langkah menuju perdamaian tanpa jaminan keamanan yang jelas dan mengikat bagi negara mereka," tutur Anwar Ibrahim.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads