"Kita nggak bisa ngapa-ngapain. Ya sudah, penerimaannya (negara) turun, itu saja," kata Bambang usai rapat dengan Badan Anggaran di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/8/2015).
Seperti diketahui, harga minyak dunia jenis US light crude jatuh 1% pada perdagangan Senin lalu. Harga minyak ini menyentuh titik terendahnya sejak enam tahun enam bulan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingginya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menghantam harga-harga komoditas termasuk minyak dunia. Harga minyak jenis light crude turun 63 sen atau setara 1,5% ke level US$ 41,87 per barel.
Sementara minyak jenis Brent turun 45 sen atau hampir 1% ke level US$ 48,74 per barel. Harga minyak dunia sudah jatuh 30% sejak Juni 2015 lalu.
(rrd/rrd)











































