Wih! China Punya Listrik dari Tenaga Angin 114.000 MW, RI Cuma 2 MW

Wih! China Punya Listrik dari Tenaga Angin 114.000 MW, RI Cuma 2 MW

Lani Pujiastuti - detikFinance
Kamis, 20 Agu 2015 12:34 WIB
Wih! China Punya Listrik dari Tenaga Angin 114.000 MW, RI Cuma 2 MW
Ilustrasi
Jakarta - Negeri Tirai Bambu China patut diancungi dua jempol dalam pemanfaatan potensi energi baru terbarukan (EBT), salah satunya angin. Di China saat ini sudah beroperasi Pembangkit Listrik Tenaga Angin/Bayu (PLTB) mencapai 114.000 megawatt (MW). Sementara, bila dibandingkan dengan Indonesia, baru punya 2 MW.

"Di China PLTB sudah terinstall 114.000 MW, padahal baru mulai mengembangkan start feed in tariff 2006. Awal project kuota 2 GW habis dalam 1,5 tahun. Industri berkembang sangat cepat," ungkap Soeripno, Ketua Asosiasi Energi Angin Indonesia ketika ditemui detikFinance pada diskusi aneka energi bari terbarukan dalam Indo EBTKE ConEx 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (20/8/2015)

Suripno menjelaskan, potensi angin di Indonesia paling banyak ada di wilayah Indonesia timur dan terletak di pantai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada 166 titik potensial energi angin di Indonesia. 30 titik sedang berjalan. Status sampai saat ini belum berubah, baru 2 MW terinstall karena pembangunan per unitnya baru skala kilowatt. Dibangun dan tidak lama rusak. 10 tahun tidak ada penambahan install capacity tetap 2 MW. Paling besar di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan 100 kW dan dipegang swasta asing," terangnya.

Menurutnya, ada beberapa penyebab hingga saat ini Indonesia belum bisa kembangkan PLT Angin skala besar. "Kami analisa, kenapa potensi besar tapi sedikit sekali yang baru dikembangkan. Kami sampai bentuk Wind Hybrid Acceleration Market Initiative untuk mempercepat pemanfaatan tenaga angin untuk pembangkit listrik. Ada beberapa pilot project tidak berhasil. Pengambil kebijakan menjadi pesimis. Kami upayakan agar bisa ada pilot project yang berhasil," terangnya.

"Kebijakan PLTB belum ada patokan feed in tariff. Infonya sudah didiskusikan, pembahasan sudah final dan tinggal menunggu tanda tangan menteri. Kami harap dalam minggu-minggu ini kami punya kepastian perhitungan feed in tariff tenaga angin," tutupnya.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads