Banyak manfaat yang dirasakan ketika menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG). Salah satunya diungkapkan Darussalam, sopir angkot jurusan Endrosono-Joyoboyo, Surabaya, Jawa Timur. Suara mesin halus dan tidak rewel.
"Pembakaran lebih bagus. Itu bisa saya lihat bedanya langsung lho. Kalau pakai BBM, pas lihat businya menjadi berwarna hitam karena berkerak. Nah, kalau pakai BBG, warnanya putih sedikit memerah," kata Darussalam kepada detikfinance, Senin (31/8/2015).
Praktis, dengan pembakaran yang lebih bagus tersebut, membuat mesin lebih terawat. Sehingga, kelayakan jalan mobil pun menjadi lebih lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya, dalam sehari, ia mengisi BBG dua kali, yaitu Rp 35.000 setiap kali mengisi di SPBG. Harga BBG Rp 4.500 per liter setara premium (lsp). Sedangkan harga BBM jenis premium Rp 7.400 per liter.
"Kalau dihitung-hitung, hanya separonya saja biaya membeli BBG dibandingkan sebelumnya pakai BBM. Jadi sangat hemat," kata Darussalam.
Setiap hari Darussalam mengisi BBG di SPBG milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di Jalan Ratna, Ngagel Surabaya. PGN juga memasok BBG ke SPBG milik mitra PGN yang ada di Jalan Berbek Industri dan Margomulyo, Surabaya, Jawa Timur.
Kepala Regional Distribusi II PGN Dian Kuncoro mengatakan, PGN sangat mendukung program pemerintah yaitu konversi BBM ke BBG. Karena itu, pihaknya akan menyiapkan SPBG-SPBG di beberapa titik, sehingga memudahkan pengguna kendaraan untuk mengisi BBG. Rencananya ada tambahan sebanyak 7 - 9 tempat pengisian BBG di Jawa Timur pada 2016. "Kami ingin nantinya transportasi massal yang ramah lingkungan bisa terwujud. Dan penggunaan BBG ini, menjadi solusinya," kata Dian.
(rrd/rrd)











































