Pertamina Akui Tak Berani Sendirian Kelola Blok Mahakam

Pertamina Akui Tak Berani Sendirian Kelola Blok Mahakam

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2015 17:35 WIB
Pertamina Akui Tak Berani Sendirian Kelola Blok Mahakam
Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengakui tidak bisa mengelola 100% Blok Mahakam, Kalimantan Timur pasca berakhirnya kontrak Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation. Walau cadangan minyak dan gas bumi di blok tersebut masih terbilang cukup banyak, tapi risiko kegagalannya cukup tinggi.

Hal tersebut seperti diungkapkan Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam dalam rapat dengar pendapat Direksi Pertamina dan Dirjen Migas, BPH Migas dengan Komisi VII DPR, Selasa (1/9/2015).

"Kita sudah pelajari operasionalnya, karena risikonya tinggi sekali. Kami optimis tapi sangat berisiko kalau tiba-tiba sendirian di sana dan tanpa pemikiran berkelanjutan yang panjang," kata Syamsu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat besarnya risiko tersebut, pemerintah mengizinkan agar pengelolaan Blok Mahakam juga menggandeng perusahaan lainnya terutama perusahaan yang berpengalaman mengelola Blok Mahakam, yakni Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation.

"Pemerintah izinkan kita boleh lakukan share. Itu juga atas pertimbangan kami bisa menjaga operasional. Bukan sanggup tak sanggup, tapi kurangi risiko saja. Apabila ada gangguan itu bisa dikurangi. Kami lihatnya kami ingin sharing risk. Karena di negara manapun, nggak mungkin ambil semua risiko besar sendirian dalam operasi migas. Bukan tak sanggup, tapi kurangi risiko gangguan operasional," jelas Syamsu.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menambahkan pemerintah memang telah memberikan 100% pengelolaan Blok Mahakam kepada Pertamina, tapi karena pertimbangan risiko yang cukup besar tersebut, pihaknya memberikan 30% saham ke perusahaan lain.

"100% Pertamina, dan dikasih 30% buat sharing, itu maksimal ya," tutup Dwi.

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan mulai 1 Januari 2018, Blok Mahakam akan kelola oleh Pertamina dengan porsi saham 70%, sedangkan sisa saham 30% diberika kepada Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads