Laba Turun 38%, Ini Penjelasan Dirut PGN

Laba Turun 38%, Ini Penjelasan Dirut PGN

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 03 Sep 2015 13:28 WIB
Laba Turun 38%, Ini Penjelasan Dirut PGN
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) membukukan laba bersih US$ 227,33 juta pada semester I-2015 atau anjlok 38% dibanding laba semester I-2014 yang mencapai US$ 370,05 juta.

Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso mengungkapkan, turunnya laba pada semester I-2015 merupakan dampak dari perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Permintaan gas bumi untuk kebutuhan listrik dan industri menurun tahun ini.

"Teman semua sudah ketahui penurunan ekonomi global sangat tajam. Di kita kalau dari sisi permintaan, penyerapan dari baik itu segmen pembangkit listrik, segmen industri, turun," kata Hendi kepada wartawan di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (3/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengungkapkan, hanya konsumsi gas bumi untuk rumah tangga dan usaha kecil yang tidak terpukul pelemahan ekonomi global. Namun, kenaikan permintaan dari segmen rumah tangga dan usaha kecil tak mampu menutup turunnya konsumsi industri.

"Yang tidak turun adalah rumah tangga dan usaha kecil. Serapan gas usaha kecil cenderung naik. Volume yang paling besar (permintaan gas) power (pembangkit listrik) dan industri. Kita refleksi dari perlambatan ekonomi tesebut," ujarnya.

Dia menuturkan, para pelanggan industri kini banyak yang sedang mengalami kesulitan karena permintaan di pasar ekspor lesu. Produksi berkurang drastis, otomatis kebutuhan gasnya pun turun.

"Dari banyak pelanggan kami, inventaris menumpuk di gudang, mereka (industri) kesulitan melakukan penjualan produknya maupun yang ekspor, sehingga kita diminta menyesuaikan diri," kata Hendri.

Penurunan kinerja perusahaan ini, sambungnya, masih bisa berlanjut di semester II-2015. Dirinya berharap paket stimulus ekonomi yang sekarang sedang disiapkan pemerintah dapat menghidupkan kembali perekonomian nasional, sehingga permintaan gas bisa naik kembali.

"Semester II kami lihat tren penurunan masih terjadi. Kita harapkan mudah-mudahan stimulus program pemerintah ini akan sebagai titik balik, turn around. mudah-mudahan positif terhadap perbaikan outlook ke depan," pungkasnya.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads