35.000 MW Buat PLN Bangkrut? Bos PLN: Nanti Saya Jelaskan ke Pak Rizal

35.000 MW Buat PLN Bangkrut? Bos PLN: Nanti Saya Jelaskan ke Pak Rizal

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 09 Sep 2015 17:47 WIB
35.000 MW Buat PLN Bangkrut? Bos PLN: Nanti Saya Jelaskan ke Pak Rizal
Jakarta - Menko bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli menyebut bila dipaksakan proyek 35.000 MW akan membuat PT PLN (Persero) menuju kebangkrutan. Namun, menurut Direktur Utama PLN Sofyan Basir, dirinya belum terlalu menjelaskan secara detail proyek ini kepada Rizal Ramli.

"Soal Pak Rizal Ramli (minta 35.000 MW direvisi), saya belum bertemu secara detail menjelaskan ke Pak Rizal mengenai program PLN ini. Karena program PLN itu 70.000 MW untuk 10 tahun dan itu sudah dibuat sebelum-sebelumnya baik oleh direksi PLN lama maupun yang baru. Dasar program kerja jangka panjang. Ada di RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik). Nah ini akan kita sesuaikan lokasinya, jumlahnya dan sebagainya," kata Sofyan ditemui di Istana Negara, Rabu (9/9/2015).

Sofyan menambahkan, apalagi Presiden Joko Widodo tetap pada komitmennya untuk terus mendorong proyek 35.000 MW. Apalagi 35.000 MW juga sudah menjadi rencana jangka panjang PLN di RUPTL 2015-2024.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sumbernya kan ini dari PLN. Dari lembaga yang memang ditunjuk pemerintah. Nanti saya wajib menjelaskan secara detil ke Pak Rizal kenapa 35.000 MW itu," ungkapnya.

Mantan Dirut BRI ini berencana secepatnya untuk bertemu dengan Rizal Ramli untuk menjelaskan langsung secara detail program 35.000 MW.

"Saya segera mungkin saya ketemu Pak Rizal. Karena saya sangat baik hubungan dengan Pak Rizal dan bisa bertemu setiap saat. Nanti saya mohonkan waktu untuk ketemu Pak Rizal secepatnya," tutup Sofyan.

Sebelumnya, Menko bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli menegaskan, bila target 35.000 megawatt (MW) tetap dilanjutkan, nantinya akan membuat PT PLN (Persero) merugi triliunan setiap tahunnya, bahkan bisa membuat PLN bangkrut.

Rizal mengatakan, berdasarkan hitungannya dalam 5 tahun ke depan, Indonesia hanya butuh pembangkit listrik dengan kapasitas total 16.000 megawatt (MW), bukan 35.000 MW. Artinya bila dilanjutkan ada sekitar 21.000 MW yang menganggur.

(rrd/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads