Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang mengungkapkan, banyak faktor yang menyebabkan harga avtur di Indonesia lebih mahal, termasuk di bandara internasional sekelas Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
"Faktor pertama, karena kilang minyak di Indonesia rata-rata sudah tua. Harga pokok avtur produksi dari kilang kami saja sudah lebih mahal 5% dari pada harga internasional (impor)," kata Bambang kepada detikFinance, Senin (14/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Throughtput fee ini memang jumlahnya hanya beberapa rupiah per liter, tapi total jumlahnya besar dan menyumbang tambahan biaya beberapa persen dari harga avtur," ujarnya.
Ketiga, avtur yang disalurkan dikenakan biaya pungutan BBM sebesar 0,3% oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), sebagai pendapatan negara bukan pajak (PNBP).
"0,3% itu per liter dari harga avtur. Belum pajak-pajak yang lain. Faktor-faktor ini yang membuat harga avtur di Indonesia jadi lebih mahal dari negara lain," tutup Bambang.
(rrd/hen)











































