Ini yang Membuat Avtur di RI Lebih Mahal 20% dari Harga Dunia

Ini yang Membuat Avtur di RI Lebih Mahal 20% dari Harga Dunia

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 14 Sep 2015 12:25 WIB
Ini yang Membuat Avtur di RI Lebih Mahal 20% dari Harga Dunia
Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengeluhkan mahalnya harga avtur di Indonesia. Bila dibandingkan harga avtur dari PT Pertamina (Persero) lebih mahal 20% dibandingkan harga internasional.

Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang mengungkapkan, banyak faktor yang menyebabkan harga avtur di Indonesia lebih mahal, termasuk di bandara internasional sekelas Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

"Faktor pertama, karena kilang minyak di Indonesia rata-rata sudah tua. Harga pokok avtur produksi dari kilang kami saja sudah lebih mahal 5% dari pada harga internasional (impor)," kata Bambang kepada detikFinance, Senin (14/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, avtur yang distribusikan di bandara dikenakan tarif tambahan (throughtput fee) yang dikenakan oleh Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II selaku operator bandara di Indonesia.

"Throughtput fee ini memang jumlahnya hanya beberapa rupiah per liter, tapi total jumlahnya besar dan menyumbang tambahan biaya beberapa persen dari harga avtur," ujarnya.

Ketiga, avtur yang disalurkan dikenakan biaya pungutan BBM sebesar 0,3% oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), sebagai pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

"0,3% itu per liter dari harga avtur. Belum pajak-pajak yang lain. Faktor-faktor ini yang membuat harga avtur di Indonesia jadi lebih mahal dari negara lain," tutup Bambang.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads