Saudi Aramco Mau Bangun Kilang Minyak di RI, Tapi Ada 3 Syarat

Saudi Aramco Mau Bangun Kilang Minyak di RI, Tapi Ada 3 Syarat

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 17 Sep 2015 19:32 WIB
Saudi Aramco Mau Bangun Kilang Minyak di RI, Tapi Ada 3 Syarat
Foto: Kilang Pertamina di Cilacap (Hasan Al Habshy)
Jakarta - Dalam kunjungannya ke Timur Tengah baru-baru ini mendampingi Presiden Joko Widodo, Menteri ESDM Sudirman Said 'merayu' perusahaan minyak raksasa asal Arab Saudi, Saudi Aramco, agar mau membangun kilang minyak di Indonesia.

Saudi Aramco pun menyambut tawaran investasi tersebut. Mereka berencana menanam uang sampai US$ 24 miliar atau sekitar Rp 336 triliun, untuk membangun kilang minyak baru berkapasitas 300 ribu barel per hari di Tuban, dan memodernisasi 3 kilang Pertamina, sehingga kapasitas produksinya dapat bertambah 400 ribu barel per hari.

Namun, perusahaan dari negeri kaya minyak ini mengajukan 3 syarat kepada pemerintah Indonesia. Apa saja?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama, Saudi Aramco meminta jaminan dari pemerintah Indonesia agar senantiasa menjaga iklim tetap kondusif bagi bisnis mereka.

"Mereka minta jaminan pemerintah bahwa industri itu benar-benar didukung pemerintah," kata Sudirman, saat jeda rapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Kedua, Saudi Aramco meminta agar tak hanya diizinkan untuk masuk ke bisnis kilang minyak, tapi juga ke industri hilir migas mulai dari SPBU hingga petrokimia. "Mereka minta masuk ke hilir. SPBU, industri, storage. Mereka juga minta masuk ke petrokimia," ucapnya.

Ketiga, mereka meminta 'libur pajak' alias tax holiday selama 20 tahun. Kata Sudirman, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro tampaknya akan mengabulkan permintaan libur pajak tersebut. "Satu lagi yaitu tax holiday minimal 20 tahun. Kelihatannya Menkeu sudah menyetujui," dia menuturkan.

Intinya, Saudi Aramco ingin berbisnis tidak hanya di kilang minyak, tapi terintegrasi dari hulu sampai hilir. Minyak mentahnya pun harus diimpor dari negara asal mereka.

"Mereka ingin investasi di kilang, mereka bawa crude (minyak mentah), dan bangun hilir," ujar Sudirman.

Pemerintah Indonesia, sambungnya, secara prinsip sudah mau menerima ketiga syarat dari Saudi Aramco. Kini, tinggal mempertemukan Saudi Aramco dengan Pertamina untuk pembicaraan kerjasama.

"Tiga hal ini prinsipnya kita sudah oke. Saya dalam waktu dekat ingin mempertemukan Pertamina dengan Aramco," pungkasnya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads