Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 22 Sep 2015 16:14 WIB

17 Tahun Digarap, Blok Masela Baru Bisa Produksi di 2023

Michael Agustinus - detikFinance
Foto: ilustrasi Reuters Foto: ilustrasi Reuters
Jakarta - Blok Masela yang terletak di Laut Arafura, Maluku memiliki potensi sangat besar. Berdasarkan data Lemigas tahun 2015, cadangan terbukti Blok Masela mencapai 10,73 trillion cubic feet (tcf). Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan produksi gas bumi dari blok ini bisa dimulai pada 2023.

Berdasarkan Plan of Development (PoD) atau rencana pengembangan yang dibuat oleh Inpex selaku operator Blok Masela, produksi gas dari Lapangan Abadi ini akan mulai mengalir (onstream) pada 2024. Padahal proyek ini sudah digarap sejak 1998 lalu atau sudah 17 tahun dikembangkan.

Pemerintah sebenarnya ingin jadwal produksi Blok Masela dipercepat sebelum 2024. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pernah meminta agar Masela bisa memulai masa produksi pada 2022.

Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi mengungkapkan, bahwa jadwal produksi Blok Masela bisa dipercepat 1,5 tahun menjadi awal tahun 2023. Namun, pemerintah harus cepat dalam memberikan keputusan-keputusan untuk Blok Masela, terutama untuk proses-proses administrasi.

"Kalau mau dipercepat, jadwal 2024 kan yang normal. Yang bisa dipercepat adalah proses-proses pengambilan keputusan. Proses pengadaan juga bisa dipercepat, bisa terpotong 1 tahun. Jadi kalau administrasi-administasi bisa dipercepat, bisa maju 1,5 tahun," kata Amien dalam konferensi pers di City Plaza, Jakarta, Selasa (21/9/2015).

Salah satu hal yang harus segera diputuskan pemerintah agar operasi Blok Masela bisa dipercepat adalah rencana pembangunan kilang LNG terapung atau Floating LNG (FLNG) atau pipa dan kilang onshore untuk Blok Masela. "Kalau sudah dputuskan ini pipa atau FLNG, saya bisa langsung kaji proses-proses administrasi yang bisa dipotong," paparnya.

Kemudian, SKK Migas dapat mempercepat proses-proses pengadaan barang dan jasa untuk Blok Masela. Perizinan-perizinan lain seperti izin lingkungan pun akan dibantu SKK Migas. "Yang SKK Migas bisa percepat di proses pengadaan, SKK Migas punya kewenangan di jangka waktu proses pengadaan. Kalau izin lingkungan dan sebagainya SKK Migas akan bantu," ucap Amien.

Operasi Blok Masela, sambungnya, tak boleh ditunda-tunda lagi. Sebab, di sekitar Blok Masela ada banyak blok-blok gas besar milik Australia. Ada Lapangan Gorgon, Itchis, dan Prelude di Australia Utara yang akan memulai produksi dalam waktu dekat. Jika Blok Masela terlambat berproduksi, pasar gas di wilayah Asia Pasifik akan dikuasai oleh blok-blok milik Australia tersebut.

"Mereka sebentar lagi onstream, kalau produksi Blok Masela tertunda nanti marketnya kalah dari blok-blok di Australia. Proyek-proyek di Australia kami lihat sebagai kompetitor. Kalau kita telat market-nya sudah dikuasai mereka," tandasnya.

(rrd/rrd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed