Namun sayang SPLU yang dibangun kini menganggur alias tak digunakan seiring mendeknya proyek mobil listrik.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan, SPLU tersebut memang sengaja dibuat sendiri oleh Pertamina, untuk mendukung program mobil listrik yang digagas Pemerintahan saat itu terutama oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait SPLU milik Pertamina yang sudah berdiri saat ini, kata dia, akan dipertahankan sebagai model infrastruktur yang akan dikembangkan di masa depan untuk mendukung program mobil listrik.
Pertamina sendiri membangun 1 unit SPLU yang ditempatkan depan Loby Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina. Wianda mengatakan, βalat ini sengaja dibangun sebagai percontohan infrastruktur pengisian energi pada mobil listrik.
Ia pun mengaku fasilitas ini bukan tidak mungkin untuk dikembangkan lebih lanjut seiring dengan meningkatnya permintaan dan keseriusan pemerintah, dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan tersebut.
"Karena Pertamina kan sudah bertransformasi bukan hanya jadi perusahaan minyak dan pertambangan tetapi jadi perusahaan energi. Jadi kita ingin berkontribusi juga untuk penyediaan energi untuk program mobil listrik itu," sambungnya.
Meski demikian, lanjut dia, pihaknya tak bisa bergerak sendirian. Butuh dukungan pemerintah dalam hal aturan dan regulasi.
"Misalnya seperti diversifikasi minyak ke Gas. Kan Pertamina juga nggak bisa gerak sendiri. Harus ada dukungan regulasi dari pemerintah supaya stakeholder yang lain juga bergerak. Ada menyiapkan infrastrukturnya dan sebagainya. Semua harus disiapkan," tutup dia.
Sebelumnya BUMN ini juga memborong 6 mobil listrik yang dibuat di proyek mobil listrik tersebut. Mobil listrik yang mirip seperti Toyota Alphard yang dibeli tersebut lalu dibagikan ke 6 kampus di Indonesia agar digunakan untuk penelitian lebih lanjut oleh para mahasiswa.
(dna/rrd)











































