Pertamina: Jujur, Sulit Turunkan Harga Bensin Premium

Pertamina: Jujur, Sulit Turunkan Harga Bensin Premium

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 01 Okt 2015 15:08 WIB
Pertamina: Jujur, Sulit Turunkan Harga Bensin Premium
Foto: SPBU Pertamina (Agung Pambudhy-detikFinance)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta menteri bidang ekonomi bersama Pertamina untuk mempelajari kemungkinan penurunan harga bensin Premium. Pertamina mengaku pasrah kepada pemerintah, karena secara hitungan sulit.

Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan, harga Premium sulit diturunkan dengan adanya kondisi penguatan dolar yang hingga menembus Rp 14.700 saat ini. Pertamina masih mengandalkan impor untuk pengadaan bensin Premium, yang dibeli dengan dolar.

"Kami serahkan saja ke pemerintah. Sejujurnya agak susah (menurunkan harga bensin Premium) karena tekanan dolar, apalagi kita juga harus mengurangi pembayaran dalam dolar, yang berarti harus dilakukan deferred payment dan atau hedging," kata Bambang kepada detikFinance, Kamis (1/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun bukan berarti tak ada jalan lain. Bambang mengatakan, harga bensin premium bisa turun bila ada penundaan pembayaran komponen pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) dalam harga Premium yang dijual Pertamina.

"Salah satu yang mungkin adalah penundaan PPN dan atau PBBKB, untuk ini perlu fatwa Presiden," jelasnya.

(dnl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads