"Yang perlu saya sampaikan, sampai dengan Agustus tahun ini, itu untung US$ 840 juta, dan kira-kita itu sekitar Rp 11-12 triliun. Jadi, secara keseluruhan Pertamina nggak rugi," kata Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, ditemui di Istana Negara, Senin (5/10/2015).
Dwi mengatakan, Pertamina memang menderita kerugian dari bisnis penjualan bahan bakar minyak khususnya penugasan mendistribusikan premium dan solar ke seluruh pelosok daerah. Tapi, Pertamina punya banyak bisnis lain, mulai dari penjualan elpiji, gas bumi, dan pelumas serta banyak bisnis lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila nantinya diputuskan harga BBM harus turun, Pertamina akan mengantisipasi bertambahnya kerugian penjualan BBM dengan banyak melakukan efisiensi.
"Kita berupaya melakukan efisiensi, jadi labanya nggak harus turun. Hasil efisiensi itu kita bisa gunakan untuk menurunkan harga, supaya bisa dinikmati masyarakat," tutup Dwi.
(rrd/hen)











































