"Saya sepakat, kontraktor hanya mendapat sisi ekonomisnya. Saya sangat setuju dengan Pak Rizal Ramli tadi, bahwa jangan sampai kita dikendalikan oleh perusahaan asing dan jangan sampai ada yang eksplorasi yang justru merugikan bangsa Indonesia," kata Kepala Humas SKK Kepala Hubungan Masyarakat, SKK Migas, Elan Biantoro, di acara Seminar 'Kesiapan Bangsa dan Strategi Menghadapi Krisis Energi Nasional' dalam rangka ulang tahun emas ke-50 tahun Teknik Kimia Universitas Diponegoro di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (7/10/2015).
Namun demikian, Elan menyampaikan, Indonesia tetap masih membutuhkan bantuan perusahaan asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Elan memaparkan, besarnya pemenuhan kebutuhan minyak bumi tiap tahunnya masih belum lepas dari peran perusahaan asing.
"Setiap tahun kebutuhan kita sebesar 2,9 juta setara barel minyak bumi atau bauran energi 49,7% dan gas sebesar 20,1%. Maka minyak dan gas masih sangat dominan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat kita," terang Elan.
(rrd/ang)











































