Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun mengatakan, tujuan dari pemisahan biaya administrasi bank dengan token pulsa adalah agar masyarakat tahu betul berapa listrik yang dibeli dan berapa biaya administrasi bank.
"Tujuannya, agar masyarakat tahu jelas berapa harga token yang dibeli, dan berapa biaya di luar token," ujar Benny kepada detikFinance, Jumat (16/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya kan biaya administrasi bank itu kan beda-beda, ada yang Rp 1.600/transaksi, ada yang Rp 2.000-Rp 3.000/transaksi," ucap Benny.
Dengan kosep baru ini, katanya, pelanggan yang merasa keberatan dengan mahalnya biaya administrasi bank, bisa membatalkan pembelian pulsa listriknya, dan pindah ke tempat yang lebih murah.
"Kalau dirasakan mahal, konsumen bisa membatalkan beli. Kalau dulu, konsumen tahu berapa besar biaya administrasi setelah struk pembelian diterima, dan nggak bisa dibatalin," tutup Benny.
(rrd/drk)











































