"Kita sudah melakukan banyak hal, meski kita belum setahun," kata Sudirman Said, ditemui di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (19/10/2015).
Sudirman mengatakan, pembenahan yang dilakukan antara lain seperti membubarkan Pertamina Energy Trading (Petral), kemudian mendorong program listrik 35.000 megawatt (MW) dalam lima tahun, dan mengoperasikan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama di Tuban, Jatim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kata Sudirman, pembenahan-pembenahan yang telah dilakukan tersebut, baru terasa dampaknya dalam jangka panjang atau beberapa tahun lagi. Ia juga mengatakan, masih punya pekerjaan rumah yang belum beres yakni mensukseskan program konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG).
"Saya sangat yakin apa yang kita selesaikan sekarang akan berdampak pada ekonomi kita secara jangka panjang. Petral dibereskan, subsidi dibereskan, TPPI dibereskan, listrik beres, memang dampaknya nggak sekarang, tapi dalam jangka panjang itu besar sekali pengaruhnya," tutup Sudirman.
(rrd/hen)











































