Hal tersebut seperti diungkapkan, General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Suluttenggo), Baringin Nababan, dihubungi detikFinance, Rabu (21/10/2015).
"Kami terpaksa harus melakukan pemadaman listrik di wilayah Suluttenggo, karena pasokan listriknya kurang," kata Baringin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi ini sebenarnya sudah lama, sejak 2013 lalu," kata Baringin.
Pemadaman listrik ini terjadi karena pasokan listrik di Suluttenggo kurang sebanyak 30 megawatt (MW).
"Beban listrik di Suluttenggo 325 MW, kira tiap hari kurang 30 MW terutama ketika beban puncak di sore hari sampai malam. Kalau beban sudah naik, kita terpaksa melakukan pemadaman," tutup Baringin.
(rrd/hen)











































