Myanmar berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terbesar di ASEAN berkapasitas 220 megawatt (MW) di daerah Minbu. Myanmar juga berencana membangun pembangkit listrik besar-besaran sebanyak 30.000 MW hingga 2030.
Pembangunan proyek listrik skala besar ini karena 75% penduduk Myanmar belum memiliki akses terhadap listrik. Sehingga dengan proyek ini, akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan industri lokal.
Untuk PLTS terbesar di ASEAN tersebut, dibangun oleh Black & Veatch, perusahaan energi asal Amerika Serikat yang ditunjuk oleh perusahaan asal Thailand Green Earth Power untuk menjadi konsultan di proyek ini, dan ditargetkan proyek ini mulai tahap konstruksi pada kuartal I-2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Black & Veatch sudah berhasil membangun PLTS dengan kapasitas 55 MW di Lopburi, Thailand.
"Pembangkit listrik ini mendukung tujuan pemerintah Myanmar untuk meningkatkan produksi listrik dari 2.500 MW pada saat ini menjadi 30.000 MW pada tahun 2030. Kami memiliki kemampuan untuk mendukung tujuan tersebut dengan membawa keahlian yang mendalam dan luas tentang wilayah ini," kata General Manager Black & Veatch, Pitak Wangvarangkoon.
Di Indonesia sendiri, punya PLTS terbesar di Bangli, Bali dengan kapasitas 1 MW. Namun PT PJB anak usaha PLN, baru saja membangun PLTS 1 MW di Cirata, namun kapasitasnya akan ditingkatkan jadi 1,3 MW di akhir tahun.
(rrd/hen)











































