Berdasarkan data Kementerian ESDM, cadangan CBM Indonesia mencapai 453 triliun kaki kubik (TCF), sedangkan cadangan gas bumi Indonesia hanya 170 TCF.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja mengatakan, di Indonesia saat ini sudah ada 54 wilayah kerja yang mengelola CBM dan Shale Gas. Namun dari pengelolaan wilayah kerja tersebut, hasinya gas yang baru bisa dimanfaatkan dan punya nilai ekonomi masih sedikit sekali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal kata Wiratmaja, pemerintah sempat menargetkan produksi CBM pada 2013 sudah mencapai 100 mmscfd.
"2013 ditarget produksi CBM 100 mmscfd, tapi sampai sekarang baru 0,33 mmscfd," ucapnya.
Ia mengakui, kendala pengembangan CBM di Indonesia masih sama yakni terkait pembebasan lahan, perizinan dan pengadaan peralatan.
"Kendalanya masih klasik, mulai dari akuisisi lahan, izin, procurement seperti alat bor, dan fasilitas lainnya. Kendala internal kontraktor, dan banyak lagi," katanya.
Wiratmaja menegaskan, untuk mendorong investasi di CBM, Kementerian ESDM berencana mengeluarkan aturan khusus. Aturan tersebut akan keluar awal Akhir Oktober.
"Menteri ESDM sedang menyiapkan atura khusus CBM yang akan segera terbit, minggu ini ditandatangani, minggu depan tinggal diundangkan. Proses sudah final tinggal proses administrasi saja," tutup Wiratmaja.
(rrd/hen)











































